Qatar Murka Netanyahu Bandingkan Serangan Israel di Doha dengan 9/11 - Sind
2 min read
Dunia Internasional, Konflik Timur Tengah
Qatar Murka Netanyahu Bandingkan Serangan Israel di Doha dengan 9/11
Sabtu, 13 September 2025 - 00:01 WIB
mmSerangan rudal Israel menewaskan anggota Hamas di Doha, Qatar. Foto/memo
A
A
A
DOHA - Qatar mengecam Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas perbandingannya yang "sembrono" antara serangan rudal Zionis di Doha, dengan respons Amerika Serikat (AS) terhadap kekejaman 9/11.
Berbicara dalam bahasa Inggris menjelang peringatan 9/11, Netanyahu mengutip pengejaran Amerika terhadap al Qaeda untuk membenarkan serangan rudal di Doha.
Pemerintah "tidak dapat melindungi teroris," klaimnya, seraya menambahkan, "Kemarin, kami bertindak seperti itu. Kami mengejar dalang teroris yang melakukan pembantaian 7 Oktober."
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pernyataan Netanyahu merupakan "upaya memalukan" untuk membenarkan serangan rudal hari Selasa yang menewaskan beberapa pejabat Hamas dan seorang penjaga keamanan Qatar, mengirimkan kepulan asap ke ibu kota, dan memicu kepanikan di antara penduduk.
Qatar telah memainkan peran mediasi utama antara Hamas dan Israel sejak perang Gaza dimulai.
"Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penempatan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel," ungkap Kemlu Qatar tersebut.
“Netanyahu membuat perbandingan yang salah dan menawarkan pembenaran yang menyedihkan atas praktik pengkhianatan Israel,” ungkap Kemlu Qatar, mengklaim, “Tidak seperti Hamas, tidak ada mediasi internasional yang melibatkan delegasi negosiasi al-Qaeda yang dapat diajak Washington untuk membawa perdamaian ke kawasan tersebut."
Rusia juga mengecam serangan Israel terhadap Doha sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB, dengan mengatakan hal itu merusak upaya mencapai penyelesaian damai.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Kamis bahwa, “Serangan tersebut menunjukkan keengganan Israel untuk mengakhiri bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza dan menunjukkan "sinisme tertentu" mengingat peran Qatar sebagai mediator utama.
Baca juga: Mesir Ancam Israel Jika Beraksi di Wilayahnya setelah Serangan Qatar
Berbicara dalam bahasa Inggris menjelang peringatan 9/11, Netanyahu mengutip pengejaran Amerika terhadap al Qaeda untuk membenarkan serangan rudal di Doha.
Pemerintah "tidak dapat melindungi teroris," klaimnya, seraya menambahkan, "Kemarin, kami bertindak seperti itu. Kami mengejar dalang teroris yang melakukan pembantaian 7 Oktober."
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pernyataan Netanyahu merupakan "upaya memalukan" untuk membenarkan serangan rudal hari Selasa yang menewaskan beberapa pejabat Hamas dan seorang penjaga keamanan Qatar, mengirimkan kepulan asap ke ibu kota, dan memicu kepanikan di antara penduduk.
Qatar telah memainkan peran mediasi utama antara Hamas dan Israel sejak perang Gaza dimulai.
"Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa penempatan kantor Hamas terjadi dalam kerangka upaya mediasi Qatar yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel," ungkap Kemlu Qatar tersebut.
“Netanyahu membuat perbandingan yang salah dan menawarkan pembenaran yang menyedihkan atas praktik pengkhianatan Israel,” ungkap Kemlu Qatar, mengklaim, “Tidak seperti Hamas, tidak ada mediasi internasional yang melibatkan delegasi negosiasi al-Qaeda yang dapat diajak Washington untuk membawa perdamaian ke kawasan tersebut."
Rusia juga mengecam serangan Israel terhadap Doha sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB, dengan mengatakan hal itu merusak upaya mencapai penyelesaian damai.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Kamis bahwa, “Serangan tersebut menunjukkan keengganan Israel untuk mengakhiri bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza dan menunjukkan "sinisme tertentu" mengingat peran Qatar sebagai mediator utama.
Baca juga: Mesir Ancam Israel Jika Beraksi di Wilayahnya setelah Serangan Qatar
(sya)