Deretan MUA Ini Bantu Korban Dugaan Penipuan WO Ayu Puspita, Ada yang Kasih Free Makeup Bride - Tribunjakarta
Deretan MUA Ini Bantu Korban Dugaan Penipuan WO Ayu Puspita, Ada yang Kasih Free Makeup Bride - Tribunjakarta.com

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah Makeup Artist (MUA) tawarkan bantuan untuk korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) milik Ayu Puspita.
Diketahui, WO milik Ayu Puspita yang berkantor di RT 01/RW 05 Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tengah menjadi sorotan.
Nama sang owner ramai disorotsetelah muncul kasus resepsi pernikahan yang viral gegara berlangsung tanpa makanan maupun minuman, meski klien mengaku telah membayar penuh.
Insiden ini memicu kemarahan keluarga mempelai dan menciptakan reaksi luas di media sosial. Hingga para korbannya bersuara dan membuat grup WhatsApp.
MUA
Terkini, sejumlah MUA merasa prihatin dengan kasus ini. Beberapa dari mereka bersuara melalui utas di Threads.
Diantaranya @yuliafirstian dan @vestydheacylia. Keduanya menawarkan bantuan kepada para korban dugaan penipuan ini.
Untuk MUA Yulia, ia menuliskan utas sebagai berikut:
"Buat para korban penipuan WO Ayu Puspita, aku bersedia bantuin makeup untuk bride 3 orang secara FREE. Yang mau boleh langsung DM aku untuk cek tanggal aja yahh ( khusus lokasi Jadebek ). Kalau ada temen kalian yang jadi korban bisa share ini yaa...
Untuk hasil makeup aku bisa cek yuliafirstian_MUA."
Kepada Tribun Jakarta, makeup gratis yang diberikannya ini tak terpatok pada tanggalan tertentu.
Kada dia, selama waktunya cocok, maka para korban bisa mendapatkan rias pengantin darinya.
"Iyess selagi aku masih available waktunya aku bisa bantu. Syaratnya berlokasi di JADEBEK saja dan aku hanyak makeupin saat akad saja. Jika ada mau retouch di diskusikan lagi," kata dia, Senin (8/12/2025).
Sementara itu, untuk MUA Vesty, ia menuliskan utas sebagai berikut:
"Dear calon pengantin yg pake WO A*u P*spita
Aku mau kasih diskon 50 persen buat Makeup dan Attire di bulan januari dan seterusnya
Yang punya teman pake WO itu silahkan dm aku yaa
Insya Allah aku bantu."
Kepada Tribun Jakarta, ia mengatakan makeup ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek.
Menariknya, di sini para korban tak dibatasi jumlah hingga tanggal tertentu.
"Selagi slot aku tersedia di tanggal tersebut kak. Jadi tergantung acara nya di tanggal berapa kak. Nanti coba ajuin aja dulu tanggalnya ke aku gitu kak. Kouta nya gak ada batasan kak selagi yg pakai Wo ayu puspita. Yg acara nya dari tahun ini - tahun depan," ucapnya.
Adapun bonus lainnya, makeup untuk ibu pengantin digratiskan oleh pihak @vesty_makeup.
"Aku juga kasih makeup mama pengantin nya gratis kak," tandasnya.
5 Orang Diamankan
Terkini, Polres Metro Jakarta Utara menangkap Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) PT Ayu Puspita Sejahtera (APS).
Selain Ayu, ada empat pegawai WO tersebut yang juga ikut diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari para korban terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan WO tersebut.
"Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dari beberapa pelapor terkait penipuan atau penggelapan yang dilakukan salah satu wedding organizer di wilayah Jakarta," ujar Erick di Mapolres Metro Jakarta Utara.
Menurut Erick, modus yang dilakukan adalah WO menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering.
Namun, ketika hari H, layanan tersebut tidak diberikan.
"WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang," kata Erick.
Imbasnya, para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi.
Erick menyebut sebagian korban mengaku telah membayar hingga puluhan juta rupiah.
"Ada lima orang yang sedang kami periksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan," jelas Erick.
Diamankan di Jaktim
Adapun Ayu Puspita dan para pegawainya sebelumnya diamankan di wilayah Jakarta Timur, setelah warga memberikan informasi kepada polisi.
Mereka kemudian diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara lantaran laporan resmi berada di wilayah tersebut.
Erick mengatakan jumlah korban diperkirakan masih bertambah.
"Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, namun kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.
Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya.
"Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru," kata Erick.