0
News
    Home China Dunia Internasional Featured Jepang Kapal Induk Spesial

    Didekati Kapal Induk dan 3 Kapal Perang China, Jepang Kerahkan Jet Tempur - SindoNews

    3 min read

     

    Didekati Kapal Induk dan 3 Kapal Perang China, Jepang Kerahkan Jet Tempur

    Minggu, 07 Desember 2025 - 09:56 WIB

    Jepang kerahkan sejumlah jet tempur setelah kapal induk China melintasi lepas pantai Okinawa. Foto/Weibo/The Aviationist
    A
    A
    A
    TOKYO - Kapal induk Liaoning Angkatan Laut China, yang dikawal tiga kapal perang, telah mendekati wilayah Jepang dengan melintasi lepas pantai Okinawa. Militer Tokyo merespons dengan mengerahkan beberapa jet tempur.

    Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan kapal-kapal militer Beijing itu sebelumnya terpantau berada di Laut China Timur pada 5 Desember, tepatnya sekitar 420 km di utara Pulau Kuba, sebuah pulau kecil yang dikuasai Jepang tetapi diklaim oleh China.

    Kemudian setelah melintasi lepas pantai Okinawa, kapal Liaoning terlibat laltihan tempur di Samudra Pasifik pada Sabtu (6/12/2025).

    Baca Juga: AS-Jepang Ancam Tenggelamkan Kapal Induk China, Beijing: Itu Fantasi!

    Latihan lepas landas dan pendaratan terbaru yang melibatkan pesawat tempur dan helikopter China tersebut menandai latihan pertama yang dikonfirmasi di perairan sekitar Jepang sejak Beijing meresmikan kapal induk ketiganya, Fujian, pada bulan November.

    Latihan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara tetangga di Asia tersebut.

    China diperkirakan sedang menguji dan meningkatkan kemampuan operasionalnya di perairan yang jauh dari daratannya, dan meningkatnya ketegasan maritimnya telah membuat Jepang dan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik khawatir.

    Okinawa dekat dengan Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai provinsi pemberontak yang harus dipersatukan kembali dengan China, dengan kekerasan jika perlu.

    Meningkatnya ketegangan antara Tokyo dan Beijing baru-baru ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahwa serangan militer China terhadap Taiwan dapat menghadirkan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang, yang menunjukkan potensi keterlibatan militer Tokyo dalam menanggapi skenario tersebut.

    Sementara itu, Beijing mengonfirmasi pengerahan kapal-kapal militernya di kawasan tersebut. "China telah memperluas dan meningkatkan aktivitas militernya di wilayah sekitar Jepang," juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (7/12/2025).

    "Saya akan merujuk Anda ke otoritas yang berwenang atas apa yang Anda sebutkan. Izinkan saya menekankan bahwa China berkomitmen pada kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. Angkatan Laut dan Penjaga Pantai China melaksanakan aktivitas di perairan terkait sesuai dengan hukum domestik China dan hukum internasional," imbuh dia.

    Pihak-pihak terkait, kata Lin, tidak perlu bereaksi berlebihan dan menafsirkan secara berlebihan, apalagi membuat tuduhan yang tidak berdasar.

    Zhang Junshe, pakar urusan militer China, mengatakan kepada Global Times bahwa kapal-kapal militer China, termasuk kapal induk, secara teratur melakukan latihan laut jauh di Pasifik Barat, tetapi Jepang sering membesar-besarkan aktivitas normal tersebut.

    Menurutnya, ini kemungkinan merupakan upaya untuk membesar-besarkan retorika "ancaman China", menciptakan alasan untuk memperluas kekuatan militernya sendiri dan melepaskan diri dari konstitusi pasifisnya.

    "Mengapa Jepang tidak membesar-besarkan kegiatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut?" tanya pakar tersebut.

    Pada bulan Juni, Jepang juga mengeklaim telah melihat kapal induk Liaoning berlayar di Pasifik dekat Jepang. Menanggapi pertanyaan terkait, Lin mengatakan dalam konferensi pers pada 9 Juni bahwa kegiatan kapal militer Beijing di perairan terkait sepenuhnya konsisten dengan hukum internasional dan praktik internasional.

    “China menerapkan kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. Kami berharap Jepang akan memandang kegiatan tersebut secara objektif dan rasional,” katanya.
    (mas)
    Komentar
    Additional JS