Kucing Dibuang dalam Karung di Kafe Bandung, Manajemen Akui Kelalaian dan Minta Maaf - Merdeka
Kucing Dibuang dalam Karung di Kafe Bandung, Manajemen Akui Kelalaian dan Minta Maaf
Ia menilai perbuatan yang dilakukan karyawan itu tak semata pemindahan melainkan mengarah pada penyiksaan.

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dugaan tindakan tidak manusiawi seorang pegawai Kopi Eyang di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, yang diduga memasukkan seekor kucing hidup ke dalam karung lalu membuangnya ke tempat sampah karena dianggap sering mengganggu.
Hal ini pun mendapat kecaman dan prihatin dari warganet dan komunitas pecinta hewan. Sebab, tindakan tersebut dinilai tak mencerminkan empati terhadap sesama makhluk hidup.
Head of Operations Let's Adopt Indonesia Carolina Fajar, menyayangkan tindakan tersebut. Ia menilai perbuatan yang dilakukan karyawan itu tak semata pemindahan melainkan mengarah pada penyiksaan. Sebab, dengan memasukan kucing tersebut ke dalam karung kemudian ke tempat sampah, hewan tersebut berisiko mengalami afiliasi atau kehabisan nafas hingga stres berat.
"Kami sangat menyesalkan dan mengecam tindakan membuang makhluk hidup ke dalam tempat sampah dalam kondisi terbungkus karung berlapis,” ungkap Carolina dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (13/1).
Sama Miliki Hak Dasar
Ia pun menekankan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha, bahwa hewan yang kerap berada di jalan, seperti kucing, bukanlah sampah atau benda mati. Mereka sama memiliki hak dasar buat hidup bebas dari rasa sakit dan ketakutan.
"Kucing-kucing ini hanya berusaha bertahan hidup di lingkungan yang mereka tinggali," ujar dia.
Alih-alih melakukan perbuatan nirempati, ia menyebut seyogyanya para pelaku usaha dapat mengelola kehadiran hewan di tempat bisnisnya. Pada praktiknya, hal tersebut dapat dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas penyelamat hewan atau menerapkan program Trap-Neuter-Return (TNR).
Di Era Penuh Kesadaran
Lebih lanjut, di era penuh kesadaran dan tingginya aktivitas di media sosial, masyarakat justru menaruh apresiasi lebih kepada pelaku bisnis yang menunjukkan empati. Dalam hemat Carolina, hal ini pada gilirannya dapat menarik kunjungan dengan menunjukkan citra yang positif.
"Memberikan sisa makanan yang layak atau menyediakan ruang kecil bagi hewan sekitar justru akan membangun citra positif dan menunjukkan bahwa sebuah restoran memiliki ‘jiwa’ dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, tindakan keji hanya akan mendatangkan konsekuensi hukum, sosial, dan kerugian bisnis yang fatal," terang dia.
Terakhir, Carolina mendorong pihak kafe yang bersangkutan melakukan evaluasi internal sebagai bentuk pertanggungjawaban.
"Kami mendorong pihak manajemen kafe terkait untuk berkomitmen melakukan perbaikan nyata (seperti memberikan edukasi kepada staf atau mendukung kegiatan kesejahteraan hewan) sebagai bentuk pertanggungjawaban," tuturnya.
Klarifikasi Pihak Kafe
Terpisah, manajemen Kopi Eyang telah menyampaikan klarifikasi atas kejadian tersebut. Di saluran media sosial instagramnya, mereka juga menyampaikan permintaan maaf.
"Kami pihak manajemen dan owner Kopi Eyang ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa seekor kucing di area Kopi Eyang. Peristiwa ini adalah bentuk dari kelalaian kami, dan kami sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di area usaha kami," demikian sebagaimana dikutip, dari keterangan yang diposting di unggahan mereka, Selasa (13/1).
Mereka juga menyesalkan atas peristiwa yang terjadi. Disebut bahwa pihak manajemen memaklumi bentuk kemarahan publik dan menerima segala bentuk kritik menyusul kejadian tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, mereka mengaku telah melaksanakan evaluasi internal, mengambil tindakan tegas, serta memperbaiki SOP penanganan hewan di area kafe. Itu agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Seluruh tim, disebut bakal menerima pembekalan khusus untuk penanganan peristiwa serupa.
"Kami berkomitmen untuk menjadi tempat yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup di dalamnya. Sekali lagi, kami memohon maaf atas kesalahan kami dan berterima kasih atas semua masukan yang telah diberikan," katanya.