Pedagang Es Gabus Dapat Bantuan Uang, Motor, dan Umrah Setelah Tuduhan Spons - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com – Pedagang es gabus Suderajat (49) yang dituduh menggunakan bahan spons mendapat perhatian luas dari berbagai pihak.
Bantuan mengalir dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, influencer Aisar Khaled, TNI, Polres Metro Depok, hingga pemerintah daerah.
Bantuan dari Wapres Gibran dan influencer
Rabu (28/1/2026), Suderajat menerima sembako dan uang tunai dari staf Wakil Presiden Gibran.
Andi, anak Suderajat, mengatakan bantuan tersebut diantar tanpa pesan khusus dari Gibran.
Baca juga: Pedagang Es Gabus yang Difitnah Aparat Dapat Bantuan Sembako-Uang dari Gibran
“Dari Wapres ada uang sama sembako,” kata Andi. Ia menambahkan, isi sembako dan jumlah uang belum dibuka oleh orangtuanya.
Selain itu, Suderajat bersama istri mendapat hadiah umrah dari influencer Aisar Khaled. Mereka dijadwalkan berangkat pada 6 Februari 2026.
“Iya dapat hadiah umrah dari Aisar. Alhamdulillah banget, bapak berdua sama ibu,” ujar Andi.
TNI sumbang kulkas, dispenser, dan kasur
TNI melalui Kodim 0501/Jakarta Pusat memberikan dukungan berupa kulkas Polytron, dispenser Miyako, dan satu unit kasur spring bed untuk membantu dagangan dan kenyamanan keluarga Suderajat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, bantuan itu merupakan bentuk perhatian Kodim.
Babinsa yang menuduh Suderajat, Serda Heri, dijatuhi hukuman disiplin, sementara Dandim melakukan evaluasi internal dan memberikan jam komandan bagi seluruh anggota.
Baca juga: Minta Maaf, TNI Berikan Kulkas hingga Kasur untuk Suderajat Pedagang Es Gabus
Donny menegaskan, berdasarkan uji laboratorium, es yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.
“Peristiwa ini merupakan kesalahpahaman antara aparat dan warga,” ujarnya.
Renovasi rumah dibantu Pemkab Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor mencairkan dana Rp 20 juta untuk memperbaiki atap rumah Suderajat yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bantuan mencakup bahan material dan upah tukang. Ketua RT setempat, Anan, mengatakan renovasi akan rampung maksimal akhir pekan ini.
Kondisi rumah sebelumnya rusak parah akibat hujan deras dan lapuknya papan kayu. Warga sekitar terlihat bergotong-royong memperbaiki atap dan menata bahan material.
Kapolres Depok beri motor dan modal usaha
Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menyerahkan motor Yamaha Mio warna hijau tosca dan uang tunai sebagai modal usaha kepada Suderajat di kontrakan keluarga Suderajat di Bojonggede, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Akhir Kasus Pedagang Es Gabus Difitnah Aparat, Polisi-TNI Minta Maaf dan Beri Bantuan
“Hari ini kami hadir untuk memberikan bantuan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk usaha beliau,” kata Abdul.
Suderajat mengaku bersyukur dan bertekad kembali berdagang es gabus, meski masih khawatir dengan stigma negatif dari masyarakat.
Kronologi tuduhan dan kekerasan
Kejadian bermula pada Sabtu (24/1/2026) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Suderajat dituduh menjual es berbahan spons dan mengalami kekerasan fisik. Es dagangan dihancurkan dan dilempar ke wajahnya.
Meski sudah menjelaskan bahwa es terbuat dari bahan asli, aparat awalnya tak mengindahkan penjelasannya.
Kini, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo telah meminta maaf langsung kepada Suderajat dalam pertemuan di mushala Bojonggede, Bogor, Selasa malam.
Bantuan yang mengalir dari Wapres, influencer, TNI, Polres, dan pemerintah daerah membuat Suderajat perlahan bisa kembali menata hidup dan usahanya.
(Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty, Baharudin Al Farisi | Editor: Faieq Hidayat, Jessi Carina, Mohamad Bintang Pamungkas)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang