0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Featured Kolombia Spesial Venezuela

    Setelah Venezuela, Trump Kini Ancam Serang Kolombia - Liputan6

    4 min read

     

    Setelah Venezuela, Trump Kini Ancam Serang Kolombia

    Bagaimana ancaman Trump terhadap Kolombia? Berikut selengkapnya.

    oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 05 Januari 2026, 12:00 WIB
    Share
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pernyataan di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, pada Sabtu (3/1/2026). (Dok. AP/Alex Brandon)

    Liputan6.com, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (4/1/2026) mengancam akan melakukan aksi militer terhadap pemerintah Kolombia. Ancaman tersebut disampaikan Trump kepada para wartawan saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

    "Kolombia juga sangat sakit, dijalankan oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS, dan dia tidak akan melakukan itu untuk waktu yang lama," kata Trump seperti dikutip dari laporan CNA, merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

    BACA JUGA:

    Ketika ditanya apakah AS akan melancarkan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab, "Menurut saya, itu ide yang bagus."

    Pernyataan tersebut muncul setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) dan membawanya ke New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk perdagangan narkoba.

    Trump telah menyatakan bahwa AS akan mengambil alih Venezuela dan mengirim perusahaan-perusahaan AS untuk memperbaiki infrastruktur minyak negara itu yang telah lama mengalami kerusakan parah.

    Sementara itu, pemerintahan interim Venezuela — yang dipimpin oleh presiden sementara Delcy Rodriguez — pada Minggu menyatakan bahwa pemerintah negara tersebut akan tetap bersatu mendukung Maduro.

    Rodriguez, yang mengambil alih posisi sebagai pemimpin interim dengan restu dari mahkamah tertinggi Venezuela, menegaskan pula bahwa Maduro tetap menjabat sebagai presiden dan secara terbuka membantah klaim Trump bahwa dirinya bersedia bekerja sama dengan AS.

    Dalam sebuah wawancara telepon dengan majalah The Atlantic, Trump mengatakan bahwa Rodriguez akan "membayar harga yang sangat besar, kemungkinan lebih besar daripada Maduro" jika ia tidak melakukan "apa yang benar".

    Perencanaan Serangan terhadap Venezuela

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada Sabtu (3/1/2026), di Palm Beach, Florida, terkait serangan ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada Sabtu (3/1/2026), di Palm Beach, Florida, terkait serangan ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. (Dok. AP/Alex Brandon)

    Belum jelas bagaimana Trump berencana mengawasi Venezuela dan langkah tersebut berisiko mengasingkan sebagian pendukungnya yang menentang intervensi luar negeri.

    Meski penangkapan Maduro datang sebagai kejutan, sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa perencanaan operasi itu telah berlangsung selama berbulan-bulan dan mencakup latihan-latihan terperinci.

    Pasukan elite Amerika Serikat, termasuk Delta Force, membuat replika persis dari rumah aman Maduro dan berlatih cara memasuki kediaman yang dijaga ketat tersebut. 

    Menurut salah satu sumber yang mengetahui operasi tersebut, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) memiliki tim kecil di lapangan sejak Agustus yang mampu memberikan wawasan mengenai pola aktivitas harian Maduro, sehingga penangkapannya dapat dilakukan dengan lancar.

    Dua sumber lain mengatakan kepada Reuters bahwa badan intelijen itu juga memiliki seorang aset yang dekat dengan Maduro, yang memantau pergerakannya dan siap menunjukkan lokasi pastinya saat operasi berlangsung.

    Persetujuan akhir untuk pelaksanaan operasi tersebut diberikan oleh Trump pada Jumat malam pukul 22.46 waktu setempat.

    Share
    Komentar
    Additional JS