0
News
    Home Berita Featured Kasus Pesantren Spesial Sukabumi

    Anak Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Ibu Kandung Mengaku Hilang Kontak Sejak Korban Masuk Pesantren - Kompas TV

    3 min read

     

    Anak Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Ibu Kandung Mengaku Hilang Kontak Sejak Korban Masuk Pesantren

    Kuasa hukum korban, Krisna Murti, saat menyampaikan keterangan. (Sumber: Kompas TV)

    SUKABUMI, KOMPAS.TV - Lisnawati, ibu kandung dari anak yang meninggal dunia karena diduga dianiaya ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat, menegaskan bakal mencari keadilan untuk sang anak.

    Sebelum buah hatinya meninggal, Lisnawati mengaku telah kehilangan kontak dengan anaknya sejak korban masuk ke pondok pesantren.

    Lisnawati mengaku sempat membesarkan korban sejak bercerai hingga sang anak berusia tujuh tahun. Namun, sang anak kemudian dimasukkan ke pesantren oleh ayahnya.

    Selama di pesantren, kata Lisnawati, mantan suaminya dilaporkan menghalangi komunikasi antara dirinya dengan sang anak.

    "Paling (mendapat kabar sang anak) dari saudara-saudaranya, paman-pamanya, bibi-bibinya, gitu," kata Lisnawati dalam program Kompas Petang KompasTV, Senin (23/2/2026).

    Baca Juga: KPAI Kecam Kasus Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas: Ini Pelanggaran Konstitusi

    Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, mengatakan pihaknya akan mencari keadilan untuk korban dan ibunya. Krisna menyebut pihaknya telah meminta pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta mengumpulkan bukti.

    "Karena anaknya, si Nizam ini cita-citanya menjadi kiai, dimasukkan ke pesantren. Setelah dimasukkan ke pesantren, dari situ lost komunikasi, tidak pernah lagi Ibu Lisna bertemu dengan Nizam (korban)," ucap Krisna.

    Lebih lanjut, Krisna mengatakan Lisnawati dan ayah korban menikah secara siri. Karena sebab itu, proses perceraian mereka tidak tercatat pengadilan.

    Akan tetapi, Krisna Murti mengatakan Lisnawati seharusnya memegang hak asuh atas anak. Sebab, akta kelahiran korban disebut atas nama Lisnawati.

    Krisna pun menambahkan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman video dalam kasus ini. Krisna mengaku pihaknya hendak mendalami dugaan pembiaran hingga berujung pada tewasnya korban diduga karena disiksa ibu tiri.

    "Ini patut diduga ada pihak-pihak terkait di sini, apakah dia melakukan penbiaran atau penelantaran, kita akan kaji malam ini," katanya.

    Baca Juga: KemenPPPA Kecam Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak hingga Tewas: Keluarga Harus Jadi Tempat Aman


    Komentar
    Additional JS