Awalnya “Gabut” Jaga Malam, Satpam Ini Tulis Buku dan Karya Ilmiah hingga Raih Rekor MURI - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com — Rasa bosan saat menjalani tugas jaga malam justru menjadi titik balik hidup Khoirul Anam.
Satpam di Bank BRI Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu memanfaatkan waktu senggangnya untuk menulis buku dan karya ilmiah—sebuah kebiasaan yang mengantarkannya meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Anam mengaku awalnya kerap kebingungan mengisi waktu ketika bertugas menjaga keamanan pada malam hari. Dari situ, muncul gagasan untuk memanfaatkan waktu luang tersebut dengan menulis.
“Awalnya saya jaga malam bingung mau ngapain, akhirnya saya mencoba menulis buku,” katanya saat ditemui Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Ia mulai menekuni dunia kepenulisan dengan menulis buku tentang mutasi satpam saat masih bertugas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat.
Kebiasaan tersebut kemudian berkembang. Tidak hanya menulis buku, Anam juga mulai menulis karya ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal.
Baca juga: Satpam di Tanjung Priok Raih Rekor MURI lewat Karya Ilmiah
Hingga kini, ia telah menghasilkan sejumlah buku serta sedikitnya 13 karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan.
Konsistensinya dalam menulis itulah yang mengantarkannya meraih rekor MURI sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.
Menurut Anam, aktivitas menulis tidak sekadar menjadi cara mengisi waktu luang, tetapi juga sarana pengembangan diri. Ia mengaku kegiatan tersebut membantunya tetap produktif di tengah rutinitas pekerjaan sebagai petugas keamanan.
“Daripada waktu kosong terbuang, saya manfaatkan untuk belajar dan menulis,” ujarnya.
Baca juga: Satpam Bank Ini Bergelar Master, Punya 2 Gelar S1, 13 Karya Ilmiah, dan Rekor MURI
Di luar aktivitas menulisnya sendiri, Anam juga memiliki sosok penulis favorit yang menginspirasi. Ia mengaku mengagumi karya-karya Tere Liye, khususnya novel-novel yang ditulis penulis tersebut.
"Kalau penulis favorit ada, Tere Liye saya suka," katanya.
Anam berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa memandang latar belakang pekerjaan.
Baca juga: Modal Rp 1 Juta Merantau ke Jakarta, Anam Sabet Rekor MURI sebagai Satpam Penulis Karya Ilmiah
“Jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu. Karena sekecil apapun ilmu itu sangat-sangat bermanfaat di kehidupan kita,” tambahnya.

Khoirul menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang sejak 2019 melalui kelas karyawan, kemudian melanjutkan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.
Selain itu, ia juga mengambil S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah. Menjalani pendidikan sambil bekerja diakuinya bukan hal mudah, terutama dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan studi.
Baca juga: Sabet Rekor MURI, Satpam Penulis Karya Ilmiah Kerap Terbentur Mahalnya Biaya Publikasi
Khoirul mengaku motivasi utamanya menempuh pendidikan dan menulis karya ilmiah adalah untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Ia memiliki cita-cita menjadi tenaga pengajar pada masa depan.
“Motivasi saya sebenarnya ingin mencerdaskan bangsa. Cita-cita saya menjadi pengajar, guru atau dosen. Untuk saat ini saya bertahan sebagai satpam sambil berusaha mencapai titik tersebut,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang