0
News
    Home Bencana Berita BNPB Featured Lintas Peristiwa Spesial Tapanuli Selatan

    BNPB Sebut 542 Warga Tandihat Tapanuli Selatan Telah Menempati Huntara di Desa Simarpinggan - Kompas TV

    4 min read

     

    BNPB Sebut 542 Warga Tandihat Tapanuli Selatan Telah Menempati Huntara di Desa Simarpinggan

    bnpb-sebut-542-warga-tandihat-tapanuli-selatan-telah-menempati-huntara-di-desa-simarpinggan
    Warga sedang berdiri di depan pintu huntara yang terletak di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026). (Sumber: BNPB)

    TAPANULI SELATAN, KOMPAS.TV – Sebanyak 542 jiwa dari 186 KK warga Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, telah menempati hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak banjir dan longsor.

    Jumlah Desa Tandihat yang telah menempati huntara di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara tersebut diketahui berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (5/2/2026).

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut warga Tandihat yang menghuni huntara tersebut merupakan keluarga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.

    “Saat ini sebanyak 186 KK atau 542 jiwa menetap sementara waktu di huntara yang terletak di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara,” kata Muhari dalam keterangan tertulis.

    Baca Juga: Satgas Pascabencana Sumatera Ungkap Pembangunan Huntara di Aceh Selesai 100 Persen

    “Huntara 10 blok ini berjarak 10 km dari Desa Tandihat. Masyarakat merasa lega setelah mendapatkan tempat tinggal sementara tersebut,” ucapnya.

    Menurut Muhari, warga menyampaikan kelegaan mereka saat peresmian huntara yang dibangun Danantara tersebut, Kamis (5/2).

    “Seorang warga desa Tandihat, Juliawan Haneva, mengungkapkan ia dan istrinya sudah merasa lega dengan huntara yang disediakan pemerintah,” kata Muhari.

    Warga lain, lanjut Muhari, adalah Arwin Dalimunthe, yang menghuni salah satu blok bersama anggota keluarganya. Para warga sudah menempati huntara 200 kamar ini sekitar satu minggu lalu.

    Ia menjelaskan, 10 blok huntara yang dibangun Danantara tersebut memliki total luas 4.050 m2, dan dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti MCK yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, dapur umum, tempat aktivitas komunal, musala dan lapangan futsal.

    “Selanjutnya masyarakat yang sementara tinggal di huntara ini akan mendapatkan hunian tetap (huntap),” kata Muhari.

    “Pemerintah pusat menyediakan skema huntap in-situ atau berlokasi pada tanah yang dimiliki warga atau huntap secara berkelompok. Pada skema ini, pemerintah daerah yang akan terlebih dahulu menyiapkan lahan Pembangunan huntap,” kata dia lagi.

    Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Setuju Relokasi, Huntara Pidie Jaya 50 Persen, Dua Bulan Pascabencana Aceh

    Desa Tandihat merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana bansor di Kabupaten Tapanuli Selatan.

    Berdasarkan data BNPB per 4 Februari 2026, total rumah rusak sebanyak 2.146 unit dengan rincian rusak berat 1.832 unit, rusak sedang 126 unit dan rusak ringan 188 unit.

    Sedangkan total rumah rusak yang tersebar di 18 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Utara berjumlah 30.301 unit, dengan rincian rusak berat 7.210 unit, rusak sedang 3.523 unit dan rusak ringan 19.568 unit.


    Komentar
    Additional JS