Efisiensi Terbukti Efektif, Prabowo: 4 Kali Lipat Dibanding 2024 - Liputan6
Efisiensi Terbukti Efektif, Prabowo: 4 Kali Lipat Dibanding 2024
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran.
- Berapa efisiensi anggaran yang berhasil dilakukan pemerintah Prabowo?
- Untuk apa dana hasil efisiensi anggaran dialihkan?
- Bagaimana dampak kebijakan pemerintah terhadap kondisi sosial ekonomi?
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Danantara telah membuat pemerintahannya berbuah empat kali lipat dari tahun 2024. Sementara, kabinetnya telah memotong anggaran hingga Rp300 triliun.
“Saya dapat laporan sementara, hasil daripada efisiensi Saudara, reformasi Saudara sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” ungkap Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, dikutip Minggu (15/2/2026).
Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pun, dana hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk mendukung program-program produktif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dalam kebijakan fiskal, saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Pemangkasan dilakukan karena banyak belanja pemerintah yang dinilai tidak produktif. Sebut saja, perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian yang berlebihan.
Maka dari itu, efisiensi anggaran membuat pemerintah bisa lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa,” tegas Prabowo.
Kemiskinan Turun, Kepala Daerah Lapor ke Prabowo
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496250/original/051685900_1770517553-Prabowo_di_NU.jpeg)
Sebelumnya, para kepala daerah melaporkan penurunan kemiskinan yang dialami di setiap wilayah mereka. Hal ini dilaporkan mereka ke Presiden Prabowo Subianto.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo menyampaikan, pengangguran juga dilaporkan menurun dan seiring dengan kenaikan jumlah orang yang bekerja.
“Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun. Mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun dan jumlah orang bekerja meningkat,” ujar Prabowo dalam keterangan, Minggu (15/2/2026).
Pun demikian dengan data sosial ekonomi terkini yang menunjukkan perbaikan pada sejumlah indikator utama. Seperti pada tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,25 %.
Sementara rasio gini berada pada level 0,363, yang mencerminkan tren ketimpangan yang semakin membaik.
Kemudian, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,7%, dengan penyerapan sekitar 2,71 juta tenaga kerja baru sepanjang tahun 2025.
“Mereka juga menghitung rasio gini dalam tren menurun,” jelasnya.
Prabowo Dapat Laporan dari Kepala Daerah Terkait Dampak Nyata MBG
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502216/original/015341800_1770973123-Prabowo_MBG_Petani.jpeg)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan, dirinya menerima laporan dari para kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati. Menurut dia, para pemimpin daerah melaporkan hasil riil kebijakan pemerintah pusat dalam beberapa hari dan minggu terakhir, setelah setahun berjalan, salah satunya program makan bergizi gratis (MBG.
Prabowo mencontohkan, konsumsi rumah tangga masyarakat mengalami peningkatan setelah satu tahun pemerintahan berjalan. Kini, dampak nyata dari berbagai kebijakan pemerintah kini mulai dirasakan langsung di daerah.
“Saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita. Mereka mengatakan di tingkat mereka bahwa konsumsi rumah tangga meningkat,” ujar Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Presiden menambahkan, laporan dari kepala daerah juga menunjukkan perbaikan pada indikator sosial ekonomi lainnya. "Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun. Mereka juga merasakan pengangguran terbuka menurun,” kata Prabowo.
Selain dari pemerintah daerah, peningkatan konsumsi juga dikonfirmasi oleh pelaku usaha. Prabowo menyebut dirinya baru-baru ini bertemu dengan pimpinan industri dan perdagangan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Beberapa hari lalu saya ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan. Rombongan Apindo datang ke saya, dipimpin oleh ketua umumnya, mereka melaporkan bahwa bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat,” kata Prabowo.