0
News
    Home Berita Featured Hoegeng Jenderal Hoegeng Megawati Soekarnoputri Meriyati Roeslani Hoegeng Spesial

    Megawati Ucapkan Duka Mendalam atas Wafatnya Istri Kapolri Hoegeng - Tempo

    5 min read

     

    Megawati Ucapkan Duka Mendalam atas Wafatnya Istri Kapolri Hoegeng

    Megawati ketika mengunjungi Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Foto: Dok. PDIP
    Perbesar
    Megawati ketika mengunjungi Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Foto: Dok. PDIP
    Logo

    INFO TEMPO – Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita dan kesedihan yang mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri.

    “Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” ujar Megawati di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa, 3 Februari 2026.

    Megawati mengenang kedekatannya dengan keluarga Hoegeng, termasuk dengan putri Hoegeng, Reni, yang pernah bersekolah bersamanya di Perguruan Cikini. Ia menggambarkan Eyang Meri sebagai sosok istri dan ibu yang penuh kehangatan serta memiliki jiwa seni yang tinggi.

    “Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Keduanya sama-sama hangat dan punya jiwa seni yang tinggi serta memiliki grup band Hawaian Senior,” tutur Megawati. Ia pun mengenang momen-momen ketika beberapa kali berkunjung ke kediaman keluarga Hoegeng saat mereka berlatih musik bersama.

    Sebagai Presiden Kelima RI yang turut meletakkan dasar pemisahan Polri dan TNI melalui Undang-Undang tentang Polri dan TNI, Megawati mengingatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk terus menjadikan sosok Jenderal Hoegeng sebagai teladan polisi yang bersih, sederhana, serta melindungi dan mengayomi masyarakat.

    Megawati juga membagikan pengalaman pribadinya bertemu langsung dengan Hoegeng di masa lalu. Ia mengingat betul kesederhanaan sosok Kapolri tersebut, bahkan ketika masih aktif menjabat.

    “Saya punya pengalaman pribadi beberapa kali bertemu di jalan ketika hendak berangkat kuliah dari rumah Jalan Sriwijaya dengan Pak Hoegeng yang sedang mengendarai sepeda dengan pakaian kebesaran Kapolri. Saking sederhananya, Pak Hoegeng belum memiliki rumah sendiri pada waktu itu,” kenangnya.

    Menurut Megawati, Eyang Meri memiliki peran besar dalam mendampingi Hoegeng hingga dikenal sebagai Kapolri yang bersahaja dan dicintai rakyat. Ia pun mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup keluarga Hoegeng.

    “Kapan ya Indonesia akan punya Kapolri seperti figur Pak Hoegeng lagi,” ucap Megawati penuh refleksi.

    Megawati juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat melayat secara langsung lantaran sedang menjalani kunjungan kerja di Uni Emirat Arab. Sejak beberapa hari terakhir, Megawati berada di Abu Dhabi untuk mengikuti rangkaian kegiatan Zayed Award, di mana ia menjadi anggota Dewan Juri Zayed Award 2024 hingga 6 Februari mendatang.

    “Selamat jalan Tante Meri,” ujar Megawati dengan suara bergetar, seraya meneteskan air mata mengenang kepergian Eyang Meri.(*)


    Komentar
    Additional JS