0
News
    Home Berita Epstein Files Featured Jeffrey Epstein Spesial Sri Mulyani

    Nama Sri Mulyani Disebut dalam Epstein Files , Apa Isinya? - Tempo

    6 min read

     

    Nama Sri Mulyani Disebut dalam Epstein Files , Apa Isinya?

    Perbesar
    Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyapa pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, 9 September 2025. Sri Mulyani total menjabat selama 13 tahun dan telah bekerja selama tiga periode pemerintahan dari era mantan presiden SBY, Joko Widodo, dan Presiden Prabowo Subianto. Sri Mulyani sempat dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 oleh Emerging Markets. Tempo/Ilham Balindra

    Iklan

    Logo

    BEKAS Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati ikut terseret dalam perbincangan publik setelah muncul dalam dokumen terbaru Jeffrey Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 30 Januari 2026. Kemunculan nama tersebut ramai dibahas di media sosial, berkaitan dengan kasus kekerasan dan perdagangan seksual yang menjerat mendiang pemodal asal AS Jeffrey Epstein.

    Menurut rilis resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dimuat di laman Epstein Library www.justice.gov/epsteinfiles, dokumen terbaru ini mencakup lebih dari tiga juta halaman, sekitar 180.000 foto, dan 2.000 video. Rilis tersebut merupakan publikasi terbesar sejak Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein disahkan Kongres AS pada 18 November 2025. Arsip itu memuat beragam dokumen, mulai dari laporan FBI, transkrip persidangan, log perjalanan, korespondensi surel, hingga kliping pemberitaan dan laporan analisis.

    Arsip World Bank Group

    Berdasarkan penelusuran Tempo terhadap dokumen di laman resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat, nama Sri Mulyani muncul dalam tiga berkas. Penyebutan pertama berasal dari arsip internal World Bank Group, bukan dari dokumen pribadi milik Jeffrey Epstein. Arsip tersebut berupa surel internal dan artikel komunikasi kelembagaan World Bank Group bertanggal 18 Juni 2014.

    Dalam dokumen itu, Sri Mulyani tercatat sebagai Managing Director and Chief Operating Officer (COO) World Bank Group. Arsip tersebut membahas peluncuran President’s Delivery Unit (PDU), sebuah unit strategis yang bertugas memantau capaian pembangunan dan meningkatkan akuntabilitas kinerja lembaga.

    Dalam pernyataan yang dikutip dalam dokumen internal tersebut, Sri Mulyani mengatakan, “Unit delivery akan melengkapi dan memperkuat mekanisme pengukuran yang telah ada, termasuk kartu skor. Unit ini juga akan memberikan kontribusi penting dalam mewujudkan tujuan yang telah disepakati para klien kami.” Ia juga menyatakan kepuasannya karena komitmen dan kecepatan penyaluran dana International Development Association (IDA) dijadikan indikator utama kinerja, yang mencerminkan penyederhanaan proses internal Bank Dunia.

    Penyebutan dalam Kliping Pemberitaan

    Penyebutan kedua nama Sri Mulyani muncul dalam dokumen Epstein Files yang memuat kliping pemberitaan The New York Times berjudul "Pollution Killed 7 Million People Worldwide in 2012, Report Finds", yang terbit pada 25 Maret 2014 serta penyebutan ketiga dalam sebuah artikel bacaan. Kedua artikel tersebut mengulas dampak serius polusi udara terhadap kesehatan global berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan studi Bank Dunia, dengan fokus pada negara-negara Asia seperti Cina dan India.

    Dalam artikel itu, Sri Mulyani disebut sebagai Managing Director World Bank yang memberikan pandangan mengenai tantangan reformasi pembiayaan dan tata kelola urbanisasi di Cina. Ia mengatakan, “Saya tidak melihat, setidaknya untuk saat ini, adanya kejelasan mengenai kapan target-target tersebut akan benar-benar tercapai.” Pernyataan tersebut merujuk pada ketergantungan pemerintah daerah Cina pada pengambilalihan lahan untuk membiayai infrastruktur kota serta belum jelasnya rencana reformasi sistem tersebut.

    Nama Tokoh Indonesia Lainnya

    Selain Sri Mulyani, sejumlah tokoh Indonesia juga tercantum dalam Epstein Files dengan konteks yang berbeda. Menurut laporan dalam dokumen tersebut, nama Hary Tanoesoedibjo muncul dalam berkas yang membahas hubungan bisnisnya dengan Donald Trump, termasuk rencana proyek Trump Residences Indonesia di Bogor dan Bali. Dokumen itu juga menyinggung transaksi pembelian properti Trump di Beverly Hills.

    Nama Eka Tjipta Widjaja tercantum dalam dokumen terkait penjualan properti mewah Donald Trump pada 2009 kepada entitas Swiss yang dikaitkan dengan keluarga Widjaja. Sementara itu, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga muncul dalam dokumen lain berupa kliping pemberitaan dan laporan analisis mengenai situasi politik dan ekonomi Indonesia. Nama Presiden ke-2 RI Soeharto juga muncul dalam dokumen usulan penulisan buku tentang dirinya yang diajukan kepada Jeffrey Epstein oleh seseorang bernama Gregory Brown.

    Menurut katalog Epstein Files Departemen Kehakiman AS, pencarian dengan kata kunci Indonesia menemukan 902 berkas yang memuat nama pejabat dan pengusaha Indonesia. Hingga kini, belum ada temuan yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara tokoh-tokoh Indonesia tersebut dengan Jeffrey Epstein.


    Komentar
    Additional JS