0
News
    Home Dunia Internasional Featured Jepang Spesial

    Penduduk Asing di Jepang Makin Banyak, Capai 10 Persen dari Total Populasi - Kompas

    6 min read

     

    Penduduk Asing di Jepang Makin Banyak, Capai 10 Persen dari Total Populasi


    OHAYOJEPANG - Jepang perlahan bergerak menuju perubahan demografi besar. 

    Proporsi penduduk asing di negara tersebut mendekati 10 persen, jauh lebih cepat dari proyeksi resmi sebelumnya. 

    Jika dulu angka ini diperkirakan baru tercapai pada 2070, data terbaru justru menunjukkan perubahan itu sudah berlangsung nyata di tingkat lokal. 

    Melansir Kyodo News (26/12/2025), puluhan pemerintah daerah kini mencatat rasio penduduk asing di atas 10 persen, bahkan satu desa melaporkan lebih dari sepertiga warganya merupakan warga negara asing. 

    Pergeseran ini memunculkan dinamika baru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. 

    Dari kawasan industri hingga desa wisata, kehadiran penduduk asing kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lanskap sosial Jepang.

    Baca Juga:

    ● Turis Asing ke Jepang Akan Kena Biaya Tambahan Capai Rp 300.000 Lewat JESTA

    ● Jepang Akan Terapkan Sistem Masuk Baru untuk Turis Asing pada 2030, Cegah Imigran Ilegal

    ● 3 Jenis Pajak Yang Harus Dibayar Orang Asing di Jepang, Salah Satunya Pajak Penghasilan

    Rasio Penduduk Asing Meningkat di Berbagai Daerah

    Berdasarkan data Basic Resident Register per Januari, sebanyak 27 munisipalitas di Jepang telah mencatat rasio penduduk asing di atas 10 persen. 

    Desa Shimukappu di Hokkaido menjadi yang tertinggi, dengan 36,6 persen dari total penduduknya merupakan warga negara asing. 

    Dari total 1.590 penduduk, sebanyak 582 orang tercatat sebagai penduduk asing, sebagian besar terkait dengan kawasan resor Tomamu. 

    Selain Shimukappu, lima daerah lain juga mencatat rasio di atas 20 persen, termasuk Desa Akaigawa dan Kota Kutchan di Hokkaido, Ikuno Ward di Osaka, serta Kota Oizumi di Prefektur Gunma. 

    Konsentrasi tinggi ini umumnya ditemukan di kawasan industri, destinasi wisata, serta wilayah yang sejak lama memiliki komunitas asing. 

    Di sisi lain, masih ada desa yang sama sekali belum memiliki penduduk asing, seperti Nishimeya di Prefektur Aomori. 

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa perubahan demografi tidak berlangsung merata, melainkan sangat bergantung pada karakter ekonomi dan sosial masing-masing daerah.

    Respons Masyarakat Lokal

    Desa Tobishima di Prefektur Aichi menjadi contoh nyata bagaimana perubahan ini terasa dalam kehidupan sehari-hari. 

    Dari total 4.713 penduduk, sebanyak 501 orang merupakan warga negara asing atau sekitar 10,6 persen. 

    Pada hari kerja, pekerja asing kerap terlihat bersepeda melintasi desa setelah pulang kerja. 

    Saat akhir pekan, hampir setengah penumpang bus lokal merupakan warga negara asing. 

    Sebagian besar dari mereka bekerja di pabrik-pabrik melalui program magang teknis atau skema keterampilan khusus, sementara lainnya bergerak di bidang penjualan mobil bekas. 

    Warga setempat memiliki pandangan yang beragam. 

    Ada yang menilai kehadiran pekerja asing sangat membantu dan bekerja dengan baik, bahkan tanpa menimbulkan masalah berarti. 

    Namun, ada pula yang menyuarakan kekhawatiran terkait perbedaan kebiasaan dan perubahan suasana lingkungan yang terjadi cukup cepat. 

    Meski demikian, kehidupan desa tetap berjalan berdampingan, dengan interaksi sehari-hari yang terus berkembang.

    Tenaga Kerja Asing dan Masa Depan Demografi Jepang

    Di tengah desa Tobishima, sebuah pabrik manufaktur bernama Tobishima Seisakusho menggambarkan peran penting tenaga kerja asing. 

    Dari 21 karyawan, empat di antaranya merupakan warga negara Vietnam yang bekerja dengan visa magang teknis atau keterampilan khusus. 

    Presiden perusahaan, Hideki Ito, menyebut keberadaan mereka sangat penting bagi kelangsungan usaha. 

    Ia mengakui sulitnya merekrut pekerja muda Jepang karena banyak yang pindah ke kota, bahkan pekerja yang direkrut sering kali hanya bertahan kurang dari setahun. 

    Perusahaan mulai menerima pekerja Vietnam sejak 2017 dan memberikan upah serta bonus yang hampir setara dengan pekerja Jepang. 

    Salah satu pekerja, Nguyen Manh Ha, telah bekerja selama sekitar enam tahun dan secara rutin mengirim sebagian besar penghasilannya ke keluarga di Vietnam. 

    Ia menyatakan menikmati pekerjaannya dan berharap dapat terus bekerja di Jepang. 

    Secara nasional, jumlah penduduk asing mencapai 3,76 juta orang pada akhir 2024, meningkat 350.000 dari tahun sebelumnya dan menjadi kenaikan tahunan terbesar yang pernah tercatat. 

    Dengan populasi usia kerja Jepang yang diproyeksikan menyusut drastis hingga 2040, kehadiran penduduk asing semakin dipandang sebagai bagian penting dari keberlangsungan masyarakat dan ekonomi Jepang. 

    Seiring makin banyak daerah melampaui ambang 10 persen, pembahasan tentang integrasi dan kebijakan kini bergeser dari sekadar proyeksi jangka panjang menjadi kebutuhan yang harus dihadapi saat ini.


    Komentar
    Additional JS