0
News
    Home Agrinas Berita Featured India Pickup India Spesial

    Pengusaha Mesin Protes Rencana Agrinas Impor 105 Ribu Mobil Pickup India - detik

    3 min read

     

    Pengusaha Mesin Protes Rencana Agrinas Impor 105 Ribu Mobil Pickup India

    Mobil Pickup impor India buat Koperasi Desa Merah Putih/Foto: Dok. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota
    Jakarta -

    Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) menyayangkan dan mempertanyakan keputusan PT Agrinas yang mau mengimpor 105.000 mobil pickup dari India. Hal itu dilakukan di tengah komitmen Presiden Prabowo Subianto mewajibkan penggunaan kendaraan nasional, termasuk Maung produksi PT Pindad bagi pejabat dan institusi pemerintah.

    Menurut Ketua Umum GAMMA, Dadang Asikin langkah impor tersebut mencerminkan inkonsistensi kebijakan dan melemahkan semangat kemandirian industri nasional.

    "Di saat pemerintah mendorong penguatan TKDN, substitusi impor, serta keberpihakan terhadap produk dalam negeri, justru BUMN mengambil langkah yang berlawanan dengan arah kebijakan strategis nasional," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

    Dadang menilai keputusan ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap komitmen keberpihakan pada industri nasional hingga melemahkan daya saing industri otomotif dan manufaktur dalam negeri. Hal itu juga menjadi sinyal negatif bagi industri nasional yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.

    Ia menambahkan, industri otomotif merupakan salah satu trigger dari industri pengerjaan logam dan mesin. Industri Permesinan merupakan bagian dari rantai pasok industri otomotif yang cukup signifikan. Dadang meminta PT Agrinas memberikan keterbukaan ke publik terkait rencana mereka.

    "Jika alasan impor didasarkan pada spesifikasi teknis, maka PT Agrinas seyogyanya membuka secara transparan kajian teknis dan pertimbangan ekonominya kepada publik. Tanpa keterbukaan, keputusan tersebut patut dipertanyakan dan berpotensi mencederai semangat nasionalisme industri," ujarnya.

    Dadang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengadaan kendaraan di lingkungan BUMN agar selaras dengan visi kemandirian industri dan arahan Prabowo. Ia menekankan keberpihakan terhadap produk dalam negeri bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan konsisten.

    Menurutnya, industri nasional tidak boleh hanya dijadikan simbol kampanye, tetapi harus menjadi prioritas dalam implementasi kebijakan. Secara khusus. kontribusi industri permesinan berdampak pada, industri baja & logam dasar hingga industri komponen kecil dan menengah.

    Lalu, berampak juga pada sektor pendidikan vokasi & teknik dan penyerapan tenaga kerja terampil. Dadang menyebut setiap satu unit kendaraan diproduksi, melibatkan ratusan komponen hasil rekayasa mesin dan tooling.

    "Hal ini menjadi fondasi kemandirian industri nasional. Jika mesin, tooling, dan engineering dikuasai dalam negeri, Indonesia tidak hanya menjadi pasar otomotif tapi menjadi basis produksi regional, bahkan mampu mengembangkan platform kendaraan sendiri. Tanpa industri permesinan yang kuat, industri otomotif akan terus bergantung pada desain dan teknologi luar negeri," tutupnya.




    (ily/ara)

    Komentar
    Additional JS