0
News
    Home Berita China Dunia Internasional Featured Spesial

    Viral Turis di China Diterkam Macan Tutul Hanya Beberapa Saat Setelah Selfie - Tribunnews

    10 min read

     

    Viral Turis di China Diterkam Macan Tutul Hanya Beberapa Saat Setelah Selfie

    Seorang wanita di China diserang macan tutul salju setelah berselfie saat bermain ski.



    Ringkasan Berita:
    • Seorang wanita di China diserang macan tutul salju setelah berselfie saat bermain ski.
    • Ia mengalami luka serius di wajah dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil.
    • Pihak berwenang memperingatkan warga karena beberapa penampakan macan tutul salju dilaporkan di kawasan Geopark.


    TRIBUNNEWS.COM - Sebuah foto viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita berselfie bersama seekor macan tutul salju.

    Namun, tak lama setelah foto itu diambil, hewan tersebut menerkam wanita tersebut.

    Dilaporkan Daily Mail, wanita itu mengalami luka serius akibat serangan macan tutul salju.

    Kejadian itu terjadi di Desa Talat, Geopark Global UNESCO Keketuohai, wilayah Fuyun, China utara, sekitar pukul 19.00 pada 27 Januari 2025.

    Foto dan video kejadian tersebut mulai beredar di media sosial pada awal Februari.

    Salah satu unggahan foto dan video di akun X bernama @TaraBull telah dilihat lebih dari 3,3 juta kali.

    VIRAL - Tangkap layar foto selfie detik-detik sebelum seorang wanita diterkam macan tutup salju.
    VIRAL - Tangkap layar foto selfie detik-detik sebelum seorang wanita diterkam macan tutup salju. (Tangkapan layar media sosial)

    Laporan setempat menyebutkan insiden itu terjadi ketika wanita tersebut, yang sedang bermain ski, mendekati hewan liar tersebut dan mengambil foto saat perjalanan kembali ke hotelnya.

    Foto selfie menunjukkan wanita itu tersenyum saat macan tutul berjongkok tepat di belakangnya di atas salju.

    Rekaman video yang diambil beberapa saat kemudian memperlihatkan turis tersebut terjatuh di bawah macan tutul di salju yang tebal.

    Ia kemudian ditolong oleh orang-orang di sekitarnya, sambil memegangi wajahnya yang berlumuran darah.

    Meski telah diperingatkan sehari sebelumnya oleh pihak berwenang setelah hewan tersebut terlihat di kawasan itu, pemain ski tersebut tetap mendekati macan tutul.

    Ia dilaporkan kesulitan mendapatkan sudut yang tepat untuk mengambil foto.

    Untungnya, pemain ski tersebut terhindar dari cedera yang lebih serius berkat helm yang dikenakannya. 

    Namun, ia tetap dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

    Macan tutul salju itu sebelumnya terlihat oleh wisatawan yang menginap di sebuah hotel di daerah tersebut, sehari sebelum kejadian, di dekat area berumput. Hewan itu diduga muncul karena kelaparan.

    Pemilik hotel mengatakan, “Kami melihatnya tadi malam, beberapa kilometer dari lokasi serangan, tetapi kami tidak dapat memastikan apakah itu macan tutul salju yang sama.”

    Baca juga: Calvin Jeremy Syuting di Tengah Hutan Dikelilingi Macan Tutul, Terpikir Keluarga di Rumah

    Pihak berwenang setempat memperingatkan warga bahwa beberapa penampakan macan tutul salju telah dilaporkan di kawasan Geopark dalam beberapa hari terakhir.

    “Baru-baru ini, aktivitas macan tutul salju terdeteksi di Lembah Gem, Keketuohai."

    "Macan tutul salju merupakan predator besar dengan kecenderungan agresif yang kuat."

    "Saat melintasi daerah ini, harap bergerak cepat dan jangan berlama-lama."

    "Jangan keluar dari kendaraan atau mendekat untuk mengambil foto, serta jangan pernah berjalan sendirian di daerah sekitarnya.”

    Meski demikian, serangan terhadap manusia tergolong jarang karena hewan tersebut dikenal pemalu dan sulit dijumpai.

    Ahli biologi dan konservasi asal Amerika Serikat, George Schaller, sebelumnya mengatakan:

    “Saya tidak mengetahui satu pun kasus macan tutul salju yang menyerang dan membunuh manusia.”

    Investigasi terkait serangan tersebut masih berlangsung.

    Tentang Macan Tutul Salju

    MACAN TUTUL SALJU - Foto Macan Tutul Salju yang diunggah di situs resmi Snow Leopard Trust, sebuah organisasi internasional yang berfokus pada penelitian dan konservasi macan tutul salju. (snowleopard.org)
    MACAN TUTUL SALJU - Foto Macan Tutul Salju yang diunggah di situs resmi Snow Leopard Trust, sebuah organisasi internasional yang berfokus pada penelitian dan konservasi macan tutul salju. (snowleopard.org) 

    Mengutip snowleopard.org, macan tutul salju (Panthera uncia) dikenal di seluruh dunia karena bulunya yang indah serta perilakunya yang sulit diamati.

    Hewan yang terancam punah ini biasanya ditemukan di wilayah pegunungan terjal Asia Tengah, termasuk China, India, dan Mongolia.

    China merupakan negara dengan populasi macan tutul salju liar terbanyak di dunia, menurut Snow Leopard Trust.

    Negara tersebut memiliki sekitar 60 persen dari total populasi macan tutul salju global.

    Macan tutul salju beradaptasi dengan baik terhadap kondisi dingin dan tandus di habitat dataran tinggi. 

    Namun, ancaman dari aktivitas manusia membuat masa depan spesies ini tidak pasti.

    Meski memiliki wilayah jelajah lebih dari 2 juta kilometer persegi, para ilmuwan memperkirakan hanya tersisa sekitar 3.920 hingga 6.390 ekor macan tutul salju di alam liar.

    Fakta-fakta Macan Tutul Salju

    Pelancong tunggalmacan tutul salju biasanya hidup menyendiri dan sangat sulit ditemukan.

    Krepuskular: fajar dan senja merupakan waktu paling aktif bagi kucing ini.

    Wilayah luas: beberapa macan tutul salju memiliki wilayah jelajah hingga 1.000 kilometer persegi.

    Ibu tunggal: selama sekitar 18 bulan, induk betina membesarkan anaknya sendirian.

    Dingin dan kering: macan tutul salju terutama hidup di daerah pegunungan yang kering dan tandus.

    Lembutmacan tutul salju tidak dikenal agresif terhadap manusia.

    Karnivora: mangsa utamanya adalah ibex, argali, dan domba biru.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)


    Komentar
    Additional JS