0
News
    Home Amerika Serikat ASEAN Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah PBB Piagam PBB Spesial

    Konflik Timur Tengah, ASEAN Minta AS-Israel dan Iran Patuhi Piagam PBB - Beritasatu

    6 min read

     

    Konflik Timur Tengah, ASEAN Minta AS-Israel dan Iran Patuhi Piagam PBB


    ASEAN menyayangkan perang antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk inisiatif mediasi yang dipimpin oleh Oman untuk mencari solusi terkait kesepakatan nuklir Iran. (AP Photo/AP)

    Jakarta, Beritasatu.com – Para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

    Para menlu negara-negara ASEAN tersebut mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan mematuhi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri tersebut menegaskan pemantauan ketat terhadap perkembangan pascaserangan yang dimulai AS dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasan oleh Iran terhadap beberapa negara di kawasan Timur Tengah

    Serangan balasan oleh Iran terhadap beberapa negara di kawasan Timur Tengah juga disebutkan menambah ketegangan di Timur Tengah dan menimbulkan ancaman serius terhadap kehidupan dan keselamatan warga sipil, serta terhadap perdamaian dan stabilitas regional dan global.

    “Kami menyerukan kepada semua negara untuk menghormati hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Perlunya menghindari tindakan yang dapat semakin menggoyahkan stabilitas kawasan,” bunyi pernyataan para menlu ASEAN, dikutip dari TRT World, Rabu (4/3/2026). 

    Situasi yang semakin memanas sangat disayangkan karena terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk inisiatif mediasi yang dipimpin oleh Oman untuk mencari solusi terkait kesepakatan nuklir Iran tersebut. 

    “Kami menegaskan kembali kewajiban untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata sesuai hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan,” lanjut pernyataan bersama tersebut. 

    Para menteri luar negeri juga menekankan pentingnya penghentian permusuhan segera dan meminta semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya, dan mengutamakan jalur diplomasi damai alih-alih mengambil tindakan yang melibatkan aksi militer. 

    “Kami menekankan pentingnya penghentian permusuhan segera dan menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menahan diri sepenuhnya, menghindari tindakan apa pun yang dapat memperburuk situasi lebih lanjut, dan menyelesaikan perbedaan melalui diplomasi dan dialog demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” tutup para menteri luar negeri. 


    Komentar
    Additional JS