Membedah Deretan Rudal Balistik Iran yang Mematikan - detik
Membedah Deretan Rudal Balistik Iran yang Mematikan
Fino Yurio Kristo - detikInet
Salah satu rudal balistik Iran. Foto: REUTERS/farsnews.com/Handout via Reuters
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik baru. Iran pun meluncurkan sejumlah rudal ke arah Israel. Berikut adalah beberapa detail mengenai rudal-rudal Iran yang dikutip detikINET dari Reuters:
Apa itu rudal balistik?
Rudal balistik adalah senjata bertenaga roket yang dipandu saat pendakian ke udara, tapi mengikuti lintasan jatuh bebas di sebagian besar waktu terbangnya. Senjata ini membawa hulu ledak berisi bahan peledak konvensional maupun biologi, kimia, atau berpotensi nuklir.
Pihak Barat menganggap persenjataan rudal balistik Iran ancaman militer konvensional terhadap stabilitas Timur Tengah maupun kemungkinan untuk senjata nuklir, seandainya Teheran mengembangkannya. Iran sendiri membantah berniat membuat bom atom.
Jenis dan jangkauan rudal Iran
Iran punya cadangan rudal balistik terbesar di Timur Tengah, menurut U.S. Office of the Director of National Intelligence. Rudal-rudal tersebut batas jangkauannya 2.000 km, yang menurut pejabat Iran sudah cukup melindungi negara mereka karena dapat mencapai Israel.
Banyak situs rudal Iran berada di dalam dan sekitar Teheran. Terdapat setidaknya lima "kota rudal" bawah tanah yang diketahui di berbagai provinsi, termasuk Kermanshah dan Semnan, serta dekat wilayah Teluk.
Persenjataan mencakup berbagai rudal jarak jauh yang dapat mencapai Israel, menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS). Mereka menyatakan rudal-rudal ini meliputi:
- Sejil (jangkauan 2.000 km)
- Emad (1.700 km)
- Ghadr (2.000 km)
- Shahab-3 (1.300 km)
- Khorramshahr (2.000 km)
- Hoveyzeh (1.350 km)
Kantor berita Iran, ISNA, menerbitkan infografik April 2025 yang menunjukkan sembilan rudal Iran diklaim dapat mencapai Israel. Ini termasuk Sejil, yang menurut ISNA mampu terbang lebih dari 17.000 km per jam dan jangkauan 2.500 km. Lalu Kheibar dengan jangkauan 2.000 km dan Haj Qasem 1.400 km.
Arms Control Association menyebut persenjataan balistik Iran meliputi Shahab-1, dengan perkiraan jangkauan 300 km, Zolfaghar 700 km, Shahab-3 800-1.000 km, Emad-1 yang sedang dikembangkan (2.000 km) dan model Sejil yang sedang dikembangkan (1.500-2.500 km).
Strategi rudal Iran
Iran menyebut rudal balistiknya memberi kekuatan pencegahan dan pembalasan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta target potensial lain. Menurut Foundation for Defense of Democracies, Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah dengan sistem transportasi dan peluncuran, serta pusat produksi dan penyimpanan.
Di 2020, Iran menembakkan rudal balistik dari bawah tanah untuk pertama kali. "Bertahun-tahun merekayasa balik rudal dan memproduksi berbagai kelas rudal juga mengajarkan Iran memperpanjang rangka udara dan merakitnya dengan bahan komposit lebih ringan guna meningkatkan jangkauan," kata laporan itu.
Juni 2023, Iran memamerkan rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri pertamanya. Rudal hipersonik dapat terbang setidaknya lima kali lebih cepat dari kecepatan suara di lintasan kompleks, membuatnya sulit dicegat.
Arms Control Association mengatakan program rudal Iran sebagian besar berbasis desain Korea Utara dan Rusia serta dibantu China. Iran juga memiliki rudal jelajah seperti Kh-55, senjata berkemampuan nuklir yang diluncurkan dari udara dengan jangkauan hingga 3.000 km.