0
News
    Home Bekasi Timur Berita Dedi Mulyadi Featured Spesial

    Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Liar, Dukung Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur - Tribunnews

    11 min read

     

    Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Liar, Dukung Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

    Ringkasan Berita:

    TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi, menyoroti perlintasan liar setelah terjadinya insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).

    Dalam insiden ini, jumlah korban tewas mencapai 15 orang hingga Selasa (28/4/2026) sore.

    Dedi Mulyadi mendatangi rumah duka korban meninggal kecelakaan kereta bernama Nurlaela (40) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa.

    Nurlaela merupakan guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

    Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi mendukung investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

    Ia berharap investigasi dilakukan dengan baik agar menjadi evaluasi bersama ke depannya terhadap layanan transportasi massal.

    Namun, Dedi Mulyadi menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama.

    Satu di antaranya yakni jalur perlintasan kereta api yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi.

    "Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan membebaskan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," ujarnya, Selasa, dilansir Wartakotalive.com.

    Rencana Pembangunan Flyover

    Perlintasan sebidang berada di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.

    Lokasinya sekitar 300 meter dari Stasiun Bekasi Timur serta Jalan Pahlawan Bulak Kapal sekitar satu kilometer dari titik kejadian.

    Baca juga: Kesaksian Penumpang Gerbong Wanita dalam Insiden Kereta di Bekasi Hingga Selamat dari Kecelakaan

    Awalnya, di perlintasan sebidang Jalan Ampera, telah lebih dulu terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta dengan taksi Green SM.

    Akibat insiden tersebut, lalu lintas kereta menuju Cikarang terganggu, sehingga KRL Lintas Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

    Tak berselang lama, KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta masuk ke jalur Stasiun Bekasi Timur menghantam KRL yang sedang tertahan di lokasi.

    Ternyata rencana pembangunan flyover di dua perlintasan sebidang, sudah ada sejak lama.

    Namun, pembangunan flyover di lokasi tersebut belum dapat terealisasi.

    "Konsep untuk membangun flyover ini sudah lama lah, karena memang kalau dari visi rasio gitu, dari jumlah kendaraan yang melintas itu harusnya memang sudah teknik lalu lintasnya harusnya sudah flyover," ungkap Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Selasa, dikutip dari TribunJakarta.com.

    Tri menyampaikan, Pemkot Bekasi sudah melakukan penganggaran untuk proses pembebasan lahan proyek pembangunan flyover.

    Pemkot Bekasi hanya dimandatkan terkait proses pembebasan lahan.

    Sementara, untuk pembangunannya merupakan anggaran dari pemerintah pusat.

    "Di 2025 sudah kita anggarkan Rp50 miliar, 2026 kita selesaikan lagi 56 miliar. Jadi sekarang kurang lebih sudah 106 miliar untuk pembebasan lahannya," jelas Tri.

    Prabowo Siapkan Rp4 Triliun

    Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki ribuan perlintasan kereta api yang tidak terjaga di seluruh Indonesia.

    Langkah ini diambil sebagai respons pemerintah usai insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.

    Saat mengunjungi para korban di RSUD Bekasi, Prabowo mengatakan anggaran besar tersebut dialokasikan demi menjamin keselamatan masyarakat di jalur transportasi massal.

    Keputusan ini didasari atas temuan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang masih tidak memiliki penjagaan memadai.

    "Apakah dengan dilakukan pos jaga atau flyover, nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T, demi keselamatan dan karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya," kata Prabowo, Selasa.

    Baca juga: Pengamat Ungkap PR Besar PT KAI Pasca-Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

    Khusus untuk wilayah Bekasi, Prabowo telah menyetujui usulan pemerintah daerah untuk pembangunan jalan layang untuk mengurai kepadatan dan menghindari kecelakaan di perlintasan sebidang.

    "Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi ini juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya udah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden," jelas Prabowo.

    15 Korban Tewas

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

    AHY menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap para korban yang meninggal dan luka-luka.

    Dalam kesempatan itu, AHY juga memaparkan data terbaru korban hingga Selasa siang.

    Ia menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

    "Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat, termasuk ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," paparnya.

    EVAKUASI KORBAN - Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
    EVAKUASI KORBAN - Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

    Sementara itu, Rumah Sakit Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi 10 dari 15 jenazah yang menjadi korban tewas.

    Proses identifikasi ini berdasarkan pengambilan data primer milik korban seperti sidik jari dan data sekunder yakni riwayat medis atau barang yang dimiliki.

    "Jadi proses identifikasi berdasarkan penggunaan data primer seperti sidik jari atau data sekunder seperti medis dan properti," kata Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Selasa.

    Berikut daftar 10 korban meninggal dunia yang telah berhasil teridentifikasi:

    1. Tutik Anitasari (perempuan, 31 tahun, warga Bekasi);

    2. Harum Anjasari (perempuan, 27 tahun, warga Cipayung, Jakarta Timur);

    3. Nur Alimantun Citra Lestari (perempuan, 19 tahun, warga Jambi);

    4. Farida Utami (perempuan, 50 tahun, warga Cibitung, Bekasi);

    5. Vica Acnia Pratiwi (perempuan, 23 tahun, warga Cikarang Barat);

    6. Ida Nuraida (perempuan, 48 tahun, warga Cibitung, Bekasi);

    7. Gita Septiawardani (perempuan, 20 tahun, warga Cibitung, Bekasi);

    8. Fatmawati Rahmayani (perempuan, 29 tahun, warga Bekasi Selatan);

    9. Arinjani Novitasari (perempuan, 25 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi);

    10. Nur Ainia Eka Rahmadynna (perempuan, 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi).

    Pada kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, menuturkan bahwa lima jenazah lainnya telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

    Dia mengatakan kelima jenazah tersebut sempat berada di beberapa rumah sakit di Bekasi.

    "Kemarin ketika evakuasi kan ada yang dibawa di rumah sakit di sekitar Bekasi, ada yang meninggal yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi ada tiga orang (korban meninggal dunia), Rumah Sakit Bella satu orang, Rumah Sakit Mitra Bekasi Timur satu orang."

    "Jenazah dari tiga rumah sakit itu kini sudah diserahkan ke pihak keluarga," katanya.

    (Tribunnews.com/Nuryanti/Igman Ibrahim/Ibriza Fasti Ifhami/Fahdi Fahlevi/Yohanes Liestyo Poerwoto) (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar) (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

    Komentar
    Additional JS