"Ibu Anaknya Kecelakaan" Keluarga Korban Sempat Kira Kabar Tabrakan Kereta Penipuan - Kompas
"Ibu Anaknya Kecelakaan" Keluarga Korban Sempat Kira Kabar Tabrakan Kereta Penipuan
BEKASI, KOMPAS.com - Keluarga korban Susan (30), sempat mengira kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi adalah modus penipuan.
Yuli, kerabat korban, menceritakan bahwa ibunda Sausan awalnya ragu dan enggan merespons panggilan telepon beruntun dari nomor tidak dikenal.
"Tahunya pas kejadian itu ditelfonin terus karena ibunya merasa nomor asing nggak kenal, dia jadi 'ah nggak ah takut'. Terus ada WA: 'Ibu anaknya kecelakaan', karena dikiranya penipuan kan," ungkap Yuli saat ditemui di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) malam.
Baca juga: 17 Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Luka Berat, Mayoritas Harus Dioperasi
Pesan singkat yang masuk tersebut justru membuat keluarga curiga dan mengira pesan itu adalah taktik penipuan yang berujung pada pemerasan.
Respons Sultan HB X soal Kekerasan di Daycare Little Aresha
"Biasa kan suka ada WA-WA yang gitu ya, hoaks gitu yang minta uang. 'Bu anak kecelakaan' gitu, ujung-ujungnya minta uang," kata Yuli.
Keraguan tersebut baru terbantahkan setelah kakak korban memberanikan diri merespons dan menerima bukti berupa foto adiknya yang sudah lemas di lokasi kejadia.
"Dikirimin fotonya terus, 'Ya Allah', dikira sudah meninggal gitu dikira sudah meninggal. Karena posisi sudah tiduran, sudah digeletak di peron di bawah ya. Jadi sudah ketolong duluan dia," jelasnya.
Minta Bukti Video Call ke Anak
Kepanikan dan kecurigaan senada juga dirasakan oleh Yunis, ibunda dari korban bernama Laili (27).
Yunis sempat meragukan panggilan langsung dari putrinya sendiri dan mengiranya sebagai penipuan yang menggunakan suara palsu.
Padahal, sesaat setelah berhasil diselamatkan dari himpitan gerbong kereta pada Senin malam, Laili langsung menelepon sang ibu.
"Iya, langsung dia telepon saya gitu. Dia bilang 'Mama saya kecelakaan ditabrak kereta' tapi saya enggak percaya, saya suruh video call coba, takutnya penipuan kan. Tapi dia kirim foto, baru saya percaya," kata Yunis.
Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi Sempat Dilarang Pergi, tapi Tetap Ingin Jenguk Anak
Setelah yakin akan kejadian tersebut melalui foto, Yunis yang bersiap masuk kerja di Depok, langsung membatalkan kegiatannya dan bergegas menuju RSUD Kota Bekasi.
Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Akibat insiden tersebut, 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Negara Barat Hilang "Taji", Putin: Kesempatan bagi Global Selatan Bertumbuh!