tirto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan memanggil pemilik stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), Cimuning, Kecamatan Mustikajaya untuk meminta klarifikasi terkait insiden kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru berkomunikasi dengan para karyawan di lokasi.

“Nah, ini kita masih sedang coba panggil pemiliknya, untuk kita coba klarifikasi. Karena memang yang ada hanya karyawan saja," ujar Harris saat meninjau lokasi SPBE Cimuning, Kamis.

Berdasarkan keterangan dari para karyawan tersebut, api diduga berasal dari kebocoran saat proses pengisian gas dari mobil tangki ke tabung besar. Saat disinggung soal faktor kelalaian, Harris hanya mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

"Sumber daripada kebakaran tadinya adalah, menurut saksi, ini dari kebocoran pada saat pengisian tabung besar. Jadi, dari mobil ke tabung," ucapnya.

Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 14 orang mengalami luka, sebagian di antaranya luka bakar serius. Para korban telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan intensif.

Selain korban luka, sekitar 14 rumah warga di sekitar lokasi juga terdampak akibat kebakaran. Harris memastikan seluruh korban akan ditanggung biaya pengobatannya, termasuk bagi warga yang tidak memiliki BPJS.

"Insyaallah semua korban itu akan mendapatkan tanggungan dari Pemerintah Kota Bekasi, semuanya. Kita dengan BPJS kerja sama, dan kalau yang memang tidak punya BPJS, kita punya layanan kesehatan masyarakat dan itu kita akan layani," kata Harris.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan bertanggung jawab secara penuh atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan hingga kebakaran di area SPBE Cimuning.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan SPBE yang mengalami ledakan itu, milik swasta sekaligus mitra Pertamina Patra Niaga.

"Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi semalam (1/4). Fokus kami tadi memang pada penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas," kata Susanto di Bekasi, Kamis (2/4/2026) dilansir dari Antara.

Pihaknya memastikan penanganan seluruh korban luka-luka akibat peristiwa tersebut sepenuhnya dibiayai Pertamina.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kami akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," ujarnya.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab pula atas kerusakan rumah warga sekitar lokasi kejadian. Namun, proses tersebut akan dilakukan setelah pendataan bersama pemerintah setempat.

"Ini kan (renovasi rumah) harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," katanya.