0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Lintas Peristiwa Spesial Temanggung

    Alasan Polisi Hanya Autopsi Satu Korban Kemping Maut di Temanggung - Liputan6

    28 min read

     

    Alasan Polisi Hanya Autopsi Satu Korban Kemping Maut di Temanggung

    Korban yang diautopsi adalah Alvino Evan Hakim alias AEH (16).

    Arief Pramono

    Diterbitkan: 

    Polisi Hanya Autopsi Satu dari Tiga Jenazah Korban Meninggal di Temanggung, Ternyata Ini Alasannya

    Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap alasan hanya mengautopsi satu korban dalam kasus tewasnya sekeluarga saat kemping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Korban yang diautopsi adalah Alvino Evan Hakim alias AEH (16).

    "Korban AEH dipilih (diautopsi), karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” tutur Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra pada Jumat (29/5/2026).

    Autopsi terhadap AEH dilakukan setelah polisi mendapat persetujuan dari pihak keluarga. Sementara tiga korban lainnya tidak diautopsi dan langsung dimakamkan bersama AEH di halaman rumah keluarga di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026) sore.

    Hingga kini, teka-teki penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi menduga ada dua kemungkinan penyebab kematian, yakni keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran barbeque di dalam area glamping.

    Empat korban meninggal masing-masing Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping di kawasan wisata Kledung, Temanggung.

    Hasil Autopsi Keluar 5 Hari ke Depan

    Polisi Hanya Autopsi Satu dari Tiga Jenazah Korban Meninggal di Temanggung, Ternyata Ini Alasannya
    Polisi Hanya Autopsi Satu dari Tiga Jenazah Korban Meninggal di Temanggung, Ternyata Ini Alasannya

    Komang mengatakan, hasil autopsi lengkap terhadap AEH masih menunggu pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

    "Hasil autopsi lengkap diperkirakan memerlukan waktu dua hingga lima hari kedepan, " terang Komang.

    Dalam penyelidikan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi glamping. Polisi menemukan kompor gas portabel berada di luar tenda atau area teras pintu masuk.

    “Kompor gas portabel ditemukan di luar tenda atau di area teras pintu masuk tenda,” kata Komang.

    Selain itu, petugas juga mengamankan satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket, sisa makanan berupa nasi putih, sayuran, daging dan sosis, satu unit mobil Honda Jazz, lima telepon seluler, serta satu kamera.

    Polisi juga menemukan kondisi tenda glamping tertutup rapat saat pertama kali mendatangi lokasi. Ventilasi di sisi kanan dan kiri disebut dalam keadaan tertutup.

    Meski begitu, polisi tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan lain seperti bekas muntahan di lokasi kejadian. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur.

    Hingga Jumat (29/5/2026), penyidik Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola wisata glamping untuk mendalami kasus tersebut.

    Diduga Keracunan

    Polisi Hanya Autopsi Satu dari Tiga Jenazah Korban Meninggal di Temanggung, Ternyata Ini Alasannya

    Sebelumnya, satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia saat berkemah di kawasan wisata Kledung, Temanggung. Polisi mengungkap adanya indikasi awal keracunan dalam peristiwa tersebut.

    Dua korban diketahui masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Salah satunya, Bagas Amar Hakiki (21), merupakan mahasiswa aktif Program Studi Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Setiadi, membenarkan Bagas merupakan mahasiswa aktif angkatan 2022 yang sedang mempersiapkan sidang skripsi.

    “Anaknya aktif, rajin, mengerjakan skripsi dengan lancar. Sekarang masuk Bab 3 dan rencana akan sidang skripsi di semester ini,” ujar Setiadi.

    Selain kuliah, Bagas juga aktif dalam organisasi kampus dan pernah menjadi ketua Unit Fotografi Mahasiswa. Dia juga diketahui sempat magang di stasiun televisi nasional dan aktif sebagai fotografer di lingkungan Keraton Yogyakarta.

    Lanjut Baca:Kesal Diminta Belikan iPhone Terbaru, Pria di Sumsel Bunuh dan Bakar Mantan Pacar

    Rekomendasi

    Berita Terbaru

    Selengkapnya
    Komentar
    Additional JS