0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Semeru Lintas Peristiwa Spesial

    Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada - Beritasatu

    3 min read

     

    Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

    Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 2,5 km, Kamis 28 Mei 2026. (Dok. PVMBG)

    Lumajang, Beritasatu.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan memuntahkan awan panas guguran (APG) sejauh 2,5 kilometer pada Kamis (28/5/2026) malam.

    ADVERTISEMENT

    Aktivitas vulkanik Gunung Semeru tersebut disertai letusan dengan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak. Warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lereng gunung diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

    Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru PVMBG, erupsi terjadi pada pukul 20.10 WIB dengan arah luncuran awan panas menuju Besuk Kobokan.

    ADVERTISEMENT

    “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 4 menit 36 detik,” kata Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru PVMBG, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya.

    Setelah terjadi awan panas guguran, Gunung Semeru tercatat beberapa kali kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter.

    Meski aktivitas vulkanik meningkat, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak signifikan terhadap permukiman warga di sekitar gunung. Status Gunung Semeru juga masih berada pada level III atau siaga.

    PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan aliran lahar hujan, terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

    Masyarakat juga diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan, yakni tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari pusat erupsi.

    “Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” jelas Sigit.

    Selain itu, warga diminta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

    Simak berita dan artikel lainnya di Google News

    Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

    Komentar
    Additional JS