Investasi Jepang di Indonesia Tembus Rp 319 Triliun Dalam 5 Tahun - Liputan6
Investasi Jepang di Indonesia Tembus Rp 319 Triliun Dalam 5 Tahun
Jepang menjadi salah satu mitra dagang terbesar sekaligus investor paling tepercaya bagi Indonesia.
Liputan6.com, Jakarta - Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade. Jepang secara konsisten menjadi salah satu mitra dagang terbesar sekaligus investor paling tepercaya bagi Indonesia.
Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo menegaskan pada 2025, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12 miliar. Secara total, investasi Jepang dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar atau setara Rp 319 triliun (kurs 17.744 per USD) dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen.
"Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global, di mana pada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD 30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year,” ujar Cahyo, Senin (25/6/2026).
Ia menambahkan bahwa di bawah visi Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8 persen yang membutuhkan dukungan investasi baru sekitar USD 814,4 miliar dalam lima tahun ke depan.
“Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG globam," tutur dia.
Kemitraan Bisnis Konvensional
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5016869/original/093615800_1732243883-Depositphotos_196947108_S.jpg)
Momentum ini, lanjut dia, dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia, tidak hanya dalam bentuk kemitraan bisnis konvensional, tetapi menuju genuine co-creation yang berkelanjutan.
"Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia yang meningkat lebih dari 43 persen pada tahun 2025, khususnya pada sektor mineral strategis seperti nikel dan kobalt, juga membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan melalui dukungan teknologi maju dari Jepang,” tutupnya.