0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita DSI Featured Sawit Spesial

    Tolak Monopoli dan Sentralisasi, Asosiasi Petani Sawit Dorong Fungsi DSI Sebagai Verifikator - Viva

    5 min read

     

    Tolak Monopoli dan Sentralisasi, Asosiasi Petani Sawit Dorong Fungsi DSI Sebagai Verifikator

    Petani Sawit

    Jakarta, VIVA – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) lebih tepat berfungsi sebagai pengawas sistem perdagangan sawit nasional, melalui pengembangan platform digital perdagangan sawit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta ekspor.

    Baca Juga

    Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto menilai, DSI juga lebih baik berperan sebagai verifikator dan regulator pendukung dari sistem perdagangan sawit nasional.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “POPSI menilai negara, pemerintah, dan/atau DSI seharusnya lebih tepat berperan sebagai regulator, verifikator, dan pengawas perdagangan sawit nasional,” kata Mansuetus dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2026.

    Baca Juga

    Petani sawit saat panen di OKU Selatan.

    Photo :

    • tvOne/Fellia Salani.

    Dalam konteks tata kelola perdagangan sawit nasional, POPSI mendukung modernisasi sistem perdagangan melalui digitalisasi yang transparan dan terintegrasi.

    Baca Juga

    Namun, Dia menilai digitalisasi tidak boleh berubah menjadi sentralisasi perdagangan ataupun menciptakan monopoli baru yang justru memperbesar ketergantungan pasar dan menekan mekanisme persaingan usaha yang sehat.

    “Karena itu, POPSI mengusulkan pembangunan platform digital nasional sawit yang kuat, komprehensif, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir serta ekspor,” ujar Mansuetus.

    Platform itu menurutnya harus mampu mengintegrasikan data produksi petani, PKS, refinery, stok CPO, transaksi domestik dan ekspor, dokumen perizinan, arus pembayaran, hingga pelacakan pengiriman dan devisa hasil ekspor secara real time.

    Sistem ini juga harus terkoneksi langsung dengan Bea Cukai, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), otoritas pelabuhan, surveyor, karantina, kementerian terkait, sistem logistik nasional, hingga sektor perbankan.

    Dengan model pengawasan digital yang terintegrasi tersebut, negara tetap dapat memperoleh transparansi perdagangan, pengawasan penerimaan negara, pengendalian praktik underinvoicing dan transfer pricing, serta monitoring ekspor secara akurat tanpa harus memperpanjang rantai birokrasi perdagangan atau mengganggu mekanisme pasar yang telah berjalan.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Lebih jauh, POPSI mengharapkan adanya kepastian regulasi dari pemerintah, khususnya untuk memastikan skema perdagangan dan alur transaksi hingga Desember 2026.

    “Selain itu, DSI harus melengkapi dengan rencana kerja untuk perdagangan minyak sawit ke pasar. Dengan adanya kepastian regulasi, ekosistem industri tetap stabil dan transaksi dengan petani sawit tetap berjalan normal,” ujarnya.

    Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2024

    Bakal Diekspor via DSI, Wamen ESDM Kasih Bocoran Soal Bea Keluar Batu Bara

    Yuliot mengaku pihaknya kini masih membahas soal bea keluar batu bara, di tengah rencana pemerintah mengekspor batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

    img_title

    VIVA.co.id

    29 Mei 2026

    Komentar
    Additional JS