Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Kriminal Spesial Taufik Hidayat

    4 Tabiat Buruk Taufik Hidayat, Pelaku Penganiayaan Wanita di Bandung, Pukul Ayah Hingga Arogan - Tribunnews

    8 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Taufik Hidayat pernah pukul ayahnya menggunakan kayu hingga terjatuh
    • Taufik Hidayat disebut pernah melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya
    • Taufik Hidayat memiliki sifat arogan dan temperamen

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap wanita berinisial YTR di Bandung Jawa Barat dikenal memiliki perilaku buruk.

    Tabiat buruk Taufik Hidayat diungkap ayahnya dan penjaga kontrakan yang menjadi lokasi penyekapan YTR, dan warga di kampung halamannya.

    Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat menjadi sorotan. 

    Korban diantarkan ke rumah sakit dalam kondisi mengenaskan setelah 3 tahun disekap pelaku.

    Mata kanan korban YTR mengalami infeksi berat dan mengalami luka-luka di bagian kepala.

    Tak hanya itu, korban juga mengalami luka robek di bagian mulut, kehilangan dua gigi atas dan satu gigi bawah, serta banyak bekas luka dan sundutan rokok di tubuhnya.

    Baca juga: YTR Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung Minta Taufik Hidayat Dihukum Berat

    Saat ini, Taufik Hidayat sudah ditangkap polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    Taufik ditangkap Tim Resmob Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026) pukul 18.30 WIB setelah sebelumnya sempat dinyatakan buron.

    Berikut 4 tabiat buruk Taufik Hidayat yang dihimpun Tribunnews.com dari keterangan saksi dan orang tua pelaku:

    1. Pukul Ayah Hingga Jatuh

    Tabiat buruk Taufik Hidayat diungkap ayahnya, Tata.

    Tata mengaku pernah dipukul Taufik Hidayat menggunakan kayu hingga dirinya terjatuh.

    Peristiwa terjadi ketika Taufik sedang menganggur.

    Ia tega memukul ayahnya yang sedang mencangkul di sawah karena persoalan sepele.

    Baca juga: MUI Desak Taufik Hidayat Tersangka Penyiksaan Perempuan di Bandung Dihukum Berat 

    "Waktu itu saya sedang mencangkul di sawah. Dia (Taufik Hidayat) lagi nganggur di rumah. Makan enggak ada lauknya. Dia datang ke sawah, langsung memukul," ujar Tata dikutip dari Tribunjabar.id, Kamis (25/6/2026).

    Seketika saat itu, Tata langsung terjatuh karena dipukul Taufik secara tiba-tiba.

    Beruntung, Tata ditolong  dua rekannya yang juga sedang bekerja di sawah.

    "Mau dipukul lagi, dihalangin," ujar Tata.

    Setelah kejadian, Taufik saat itu kabur dan sepekan kemudian kembali ke rumah meminta maaf kepada Tata sambil menangis.

    2. Aniaya Mantan Istri

    Saat tinggal di kampung halamannya di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Taufik Hidayat disebut pernah melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya.

    Ketua RT 05/RW 07 Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Abdul Ghani Jalalludin mengungkap Taufik Hidayat mengalami kegagalan dalam membina rumah tangga.

    Rumah tangganya kandas diduga kuat dipicu aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

    "Setahu saya dia pernah berkeluarga tapi istrinya bukan orang sini, dan sudah cerai juga. Cuma emang, dia juga punya kasus penganiayaan sama mantan istrinya dulu," ujar Ghani Selasa (23/6/2026), dikutip dari Tribunjabar.id.

    Meski demikian, Ghani mengaku tidak mengetahui secara pasti akhir dari kasus hukum KDRT yang diperbuat Taufik Hidayat.

    "Saya tidak tahu kepastiannya, apakah sempat dipenjara atau bagaimana," ucapnya.

    3. Tempramental

    Istri penjaga kontrakan, tempat penyekapan YTR, Mulyati, mengungkapkan Taufik Hidayat menempati kamar pada 9 Maret 2026.

    YTR diketahui disekap kamar kontrakan samping Griya Cinunuk, Jalan Raya Cinunuk, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Mulyati mengaku dirinya kerap mendengar suara keras seperti pukulan atau tendangan ke dinding dari dalam kamar yang dikontrak pelaku.

    Namun, Taufik selalu mengelak tiap kali dikonfirmasi soal suara tersebut.

    Menurut Mulyati, Taufik Hidayat memiliki sikap tempramental.

    Bahkan, sikap pelaku kerap memicu ketegangan di lingkungan hunian yang biasanya sepi dan didominasi para pekerja itu.

    "Pernah suatu waktu teriak om buka pintu om, saya mau keluar (motor di dalam gerbang). Suami saya mau tidur pun kaget. Apalagi tempramen tinggi itu saat pelaku mabuk tapi tak dilayani dengan keras oleh suami khawatir justru berkelahi," ujar Mulyati, Selasa (23/6/2026).

    4. Arogan Hingga Ancam Penjaga Kontrakan

    Sementara itu, penjaga kontrakan Resa Rohedi mengungkap Taufik Hidayat memiliki sifat arogan.

    Sifat asli Taufik Hidayat terungkap, ketika korban YTR dibawa ke rumah sakit.

    Resa pun mengalami perlakuan tak mengenakkan dari Taufik Hidayat.

    Peristiwa terjadi di RSUD Ujungberung. Menurut Resa, pelaku sempat mengamuk dan mengancam akan membunuh dirinya karena merasa tersudut rentetan pertanyaan tim medis.

    "Sempat ada pengancaman setelah dari RSUD Ujungberung bertemu dengan dokter dan memberikan keterangan di rumah sakit. Kan RS ingin ada pihak keluarga tapi saya enggak tahu kontak keluarga YTR, akhirnya saya suruh si Taufik ini menghadap pihak rumah sakit, mungkin setelah diinterogasi rumah sakit dan saya menunggu di luar, pelaku ini tiba-tiba marah ke saya dan mengajak berkelahi," tutur Resa.

    Begitu pun saat korban YTR dirujuk ke RSHS Bandung.

    Taufik Hidayat kembali menunjukkan tabiat buruk, mencak-mencak hingga mengancam pihak rumah sakit karena tak terima diinterogasi soal penyebab YTR mengalami luka-luka.

    "Di RSHS si Taufik ini sempat mencak-mencak dan arogan yang bilang kalau tak ditangani mau lapor ke KDM (Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat) kata si pelaku," ucap Resa.

    (Tribunews.com/ adi/ Tribunjabar.id/ Muhamad Nandri Prilatama)

    Komentar
    Additional JS