ASN Pemkab Bangkalan Tewas Membusuk di Bandara Juanda: Bupati Ungkap Pertemuan Terakhir - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Ruly Yunis Setiawati ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di Bandara Juanda, Surabaya.
- Sebelum menghilang, korban masih berkomunikasi, berbagi lokasi, dan melakukan panggilan video keluarga.
- Polisi menyelidiki penyebab kematian setelah jenazah ditemukan di parkir bandara pada Rabu.
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), ditemukan tewas membusuk di dalam mobil dinas di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
Jenazah Ruly ditemukan pada Rabu (24/6/2026) siang.
Dari keterangan yang dihimpun, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui sambungan video call dan mengirimkan titik lokasi (share location).
Keluarga menyebut tidak ada tanda-tanda mencurigakan atau konflik yang dialami korban sebelum kejadian tersebut.
Berdasarkan penjelasan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, serta Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berikut rangkaian aktivitas dan komunikasi terakhir Ruly Yunis Setiawati sebelum ditemukan meninggal dunia:
Rabu malam 17 Juni 2026 (Malam)
Ruly menghadiri acara resmi kedinasan di lingkungan Pemkab Bangkalan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengaku masih bertemu langsung dengan almarhumah dalam agenda resmi daerah.
"Semisal memang almarhumah adalah beliau, malam Kamis (Rabu malam) masih ada di sini (Pendapa Agung Bangkalan) dalam kegiatan pisah sambut Pak Dandim," ujar Bupati Lukman, Rabu (24/6/2026) petang.
Kamis 18 Juni 2026
Korban keluar dari rumahnya yang terletak di Perumahan Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, hendak berangkat bekerja. Ini menjadi momen terakhir kali keluarga bertatap muka secara langsung dengan korban.
"Kamis keluar rumah pamit mau kerja," ujar Risang Bima Wijaya, Kamis (25/6/2026).
Pada hari yang sama, korban ternyata mulai absen dan tidak masuk kantor tanpa memberikan alasan atau konfirmasi resmi kepada pihak staf Dinas PRKP Bangkalan. Bupati Lukman juga menegaskan bahwa saat itu tidak ada agenda dinas luar kota (DLK) khusus yang ditugaskan kepada korban.
Kamis malam 18 Juni 2026
Meski tidak masuk kantor, komunikasi dengan keluarga terpantau masih berjalan normal. Korban sempat mengabarkan keberadaannya kepada pihak keluarga melalui fitur berbagi lokasi.
"Kamis malam Jumat masih shareloc di Pujon di toko buah," ungkap Risang.
Baca juga: Sosok Perempuan yang Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil di Parkiran Bandara Juanda
Jumat malam 19 Juni 2026
Ruly melakukan panggilan video (video call) via aplikasi WhatsApp dengan adik kandungnya. Pihak keluarga mendapati korban masih dalam keadaan baik dan mengenakan perhiasan lengkap.
"Ketika video call dengan adiknya, korban diketahui masih menggunakan perhiasan kalung dan gelang. Sebelum otopsi tidak ada di leher dan di tangan, tetapi belum tentu hilang atau belum tentu diambil," pungkas Risang.
Ponsel korban diketahui masih aktif dan bisa dihubungi hingga Jumat malam.
Sabtu pagi 20 Juni 2026
Ruly melakukan jalinan kontak terakhir dengan sang suami sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar.
"Terakhir komunikasi dengan keluarga hari Sabtu jam 07.00. Lalu siang hari sudah tidak bisa dihubungi," jelas Risang.
Sabtu sore 20 Juni 2026
Berdasarkan data manifes kendaraan, mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah dengan nomor polisi M 1090 GP yang ditumpangi korban terpantau memasuki area parkir Terminal 1 (T1) Domestik Bandara Juanda sejak Sabtu sore. Sejak siang di hari itu pula, kontak dengan korban terputus total.
Senin 22 Juni 2026
Rekan kerja di Dinas PRKP Bangkalan mendapati bahwa nomor telepon dan saluran obrolan WhatsApp korban sudah tidak aktif dengan status centang satu.
Baca juga: Kasus Impor Ilegal Telepon Seluler & 8 Jam Penggeledahan Kantor Bea Cukai Juanda Jatim
Jenazah Ditemukan dan Dievakuasi
Keberadaan jasad korban akhirnya terungkap pada Rabu (24/6/2026) sekira pukul 11.30 WIB di area parkir jalur menuju Terminal 1 (T1) Domestik Bandara Juanda. Penemuan ini berawal dari kecurigaan sejumlah pengemudi taksi online dan ojek online yang melintas di sekitar lokasi.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, membenarkan bahwa laporan awal datang dari para pengemudi yang mencium aroma menyengat yang menusuk hidung dan rembesan cairan mencurigakan dari bawah kolong mobil dinas tersebut.
Saat diintip melalui celah kaca jendela yang tertutup rapat, warga terkejut melihat sesosok perempuan berpakaian kuning dan berjilbab sudah membujur kaku di dalam kabin depan kendaraan.
Kondisi tubuh korban juga dilaporkan sudah membengkak.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satgaspam Bandara, personil InJourney, Avsec, serta Basarnas Surabaya berjalan cukup dramatis. Petugas harus berhati-hati membuka akses pintu penumpang belakang kiri menggunakan alat management glass pada pukul 13.14 WIB agar tidak merusak ruang kabin atau mengubah posisi barang bukti.
"Kami harus pelan-pelan membukanya agar tidak menghilangkan atau mengubah barang bukti. Posisi korban berada di kursi depan kendaraan," ujar Komandan Tim Basarnas Surabaya, Gani. Proses evakuasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.
Setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.15 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak kepolisian dan segera dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan pemeriksaan medis serta otopsi menyeluruh.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, menjelaskan bahwa Tim Inafis Polda Jatim dan Polsek Sedati telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi saat ini belum bisa berspekulasi mengenai motif maupun penyebab pasti kematian korban, apakah akibat kondisi medis, keracunan gas AC, atau terdapat indikasi tindak pidana.
Kepergian Ruly menyisakan duka mendalam bagi rekan kerja, tetangga, dan keluarga besarnya.
Almarhumah diketahui meninggalkan satu orang anak. Atas kesepakatan bersama, rumah duka ditempatkan di Perumda Bangkalan.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Jejak Terakhir Ruly ASN Bangkalan Tewas Dalam Mobil Dinas, Masih Pakai Perhiasan saat Hubungi Adik