Lodewyk Pusung Punya Aset Tanah Rp 58 Miliar, Ada yang Luasnya 34 Ha - KOMPas
Lodewyk Pusung Punya Aset Tanah Rp 58 Miliar, Ada yang Luasnya 34 Ha
KOMPAS.com - Nama Lodewyk Pusung menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Lodewyk yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan.
Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya.
Kejaksaan Agung menyebut ketiganya diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proses verifikasi calon mitra melalui portal BGN.
Kejagung Ungkap 5 'Dosa' Eks Petinggi BGN yang Kini Jadi Tersangka
Akibatnya, sejumlah yayasan yang tidak memenuhi syarat tetap dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program MBG.
Baca juga: Terungkap, Dalam Setahun, Tersangka Sony Sonjaya Rajin Beli Tanah
Sebelum proses hukum bergulir, Presiden Prabowo Subianto lebih dahulu mencopot ketiganya dari jabatan di BGN. Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Aset Properti Mencapai Rp 58,7 miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 11 Februari 2025, total kekayaan Lodewyk mencapai Rp 60,54 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 58,72 miliar.
Aset properti yang dimiliki Lodewyk tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta Timur, Tangerang, Depok, Bogor, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, hingga Kota Manado.
Properti dengan nilai tertinggi berada di Kota Depok berupa tanah dan bangunan seluas 2.500 meter persegi dan bangunan 256 meter persegi yang ditaksir senilai Rp 25 miliar.
Nilai tersebut setara dengan sekitar 42 persen dari total kekayaan properti yang dilaporkannya.
Punya lahan 34 hektar di Minahasa Utara
Selain memiliki properti bernilai tinggi di kawasan perkotaan, Lodewyk juga tercatat mempunyai sejumlah bidang tanah berukuran sangat luas di Sulawesi Utara.
Baca juga: Sentil Aset Negara yang Diduduki, Ara Sisir 188 Lahan Rusun Subsidi
Aset tanah terluas yang dimilikinya berada di Kabupaten Minahasa Utara dengan luas mencapai 346.700 meter persegi atau sekitar 34,67 hektar. Tanah tersebut dilaporkan memiliki nilai Rp 3,5 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki beberapa bidang tanah berukuran besar lainnya di daerah yang sama, antara lain seluas 150.000 meter persegi senilai Rp 1,5 miliar, 60.000 meter persegi senilai Rp 800 juta, dan 54.000 meter persegi senilai Rp 600 juta.
Jika dijumlahkan, luas tanah yang dimiliki Lodewyk di Minahasa Utara mencapai lebih dari 67 hektar.
Berikut sebagian aset tanah dan bangunan yang tercantum dalam LHKPN 2025:
Jakarta Timur
- Tanah dan bangunan 351 m²/395 m² senilai Rp 10 miliar.
Tangerang
- Bangunan senilai Rp 2,8 miliar.
Depok
- Tanah dan bangunan 2.500 m²/256 m² senilai Rp 25 miliar.
Bogor
- Tanah 15.000 m² senilai Rp 225 juta.
- Tanah 1.500 m² senilai Rp 150 juta.
Minahasa Utara
- Tanah dan bangunan 1.250 m²/1.000 m² senilai Rp 3 miliar.
- Tanah 346.700 m² senilai Rp 3,5 miliar.
- Tanah 150.000 m² senilai Rp 1,5 miliar.
- Tanah 60.000 m² senilai Rp 800 juta.
- Tanah 54.000 m² senilai Rp 600 juta.
- Sejumlah bidang tanah lainnya dengan luas bervariasi antara 150 m² hingga 20.000 m².
Minahasa Selatan
- Tanah 1.250 m² senilai Rp 300 juta.
Kota Manado
- Tanah dan bangunan 1.800 m²/216 m² senilai Rp 4 miliar.
- Tanah 400 m² senilai Rp 600 juta.
Minahasa
- Tanah 10.000 m² senilai Rp 250 juta.
Selain aset properti, Lodewyk juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp 796 juta.
Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 300 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 719 juta.
Dengan total kekayaan mencapai Rp 60,54 miliar, aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dalam portofolio kekayaan mantan Wakil Kepala BGN tersebut, dengan kontribusi lebih dari 97 persen dari total harta yang dilaporkan dalam LHKPN 2025.
Baca juga: Kekayaan Arnold Aristoteles, Eks Jenderal TNI yang Jadi Dirjen SDA
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Skandal Korupsi MBG: Kronologi dan "Dosa" Dadan dalam Program Mewah Prabowo