Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured KM Nurul Salsa Lintas Peristiwa Spesial

    4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung - Kompas

    6 min read

     

    MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang bocah berinisial DY (8) harus menghadapi pengalaman memilukan setelah menjadi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

    Selama empat hari bertahan hidup di tengah laut menggunakan pelampung gabus, DY menyaksikan sang ibu meninggal dunia akibat kehabisan tenaga sebelum akhirnya berhasil diselamatkan nelayan bersama sejumlah penyintas lainnya.

    Peristiwa itu terjadi setelah KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polasi, Kepulauan Selayar, saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng pada Rabu (15/7/2026).

    Baca juga: Mengapung 4 Hari dengan Gabus, 2 Penumpang KM Nurul Salsa Lepas 3 Rekan yang Sudah Membusuk

    Bertahan di Atas Pelampung Gabus

    DY awalnya bertahan bersama kedua orangtuanya setelah kapal tenggelam.

    Ban Truk Meletus dan Terpental Timpa Pengendara Motor Lansia di Surabaya

    Mereka berpegangan pada pelampung gabus bersama enam penumpang lainnya sambil menunggu pertolongan.

    Namun, kondisi laut yang dihantam gelombang tinggi membuat mereka kesulitan bertahan.

    Saat malam pertama, ombak yang semakin besar membuat ayah dan ibu DY terpisah. DY tetap berada di atas pelampung bersama sang ibu dan beberapa penyintas lainnya.

    Memasuki hari ketiga, kondisi ibu DY terus melemah hingga akhirnya meninggal dunia di atas pelampung karena tidak lagi sanggup bertahan mengapung.

    "Nyawanya tidak bisa diselamatkan, sudah tidak mampu bertahan mengapung kasian," kata paman DY, Andi Samad, yang juga menjadi penyintas dalam peristiwa tersebut, dikutip dari Tribun Timur, Senin (20/7/2026). 

    Jenazah ibu DY kemudian terpaksa ditinggalkan di laut setelah para penyintas tidak lagi memiliki kemampuan untuk membawanya sambil terus bertahan hidup di tengah lautan.

    Baca juga: Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut

    Bertahan Empat Hari hingga Ditemukan Nelayan

    Setelah kehilangan ibunya, DY bersama beberapa penyintas lainnya terus bertahan di atas pelampung yang hanyut terbawa arus.

    Selama berhari-hari mereka berteriak meminta pertolongan, tetapi tidak ada kapal yang melintas.

    Harapan baru muncul pada hari keempat ketika salah seorang penyintas mengeluarkan cermin kecil dari tasnya dan memantulkan cahaya matahari ke arah laut dengan harapan dapat menarik perhatian kapal yang melintas.

    Upaya itu membuahkan hasil. Nelayan KM Sinar Mattoanging 04 asal Bulukumba yang sedang melintas di Laut Flores melihat pantulan cahaya tersebut dan segera mendekati lokasi.

    Para penyintas kemudian dievakuasi ke atas kapal. Anak Buah Kapal (ABK) KM Sinar Mattoanging 04 selanjutnya melaporkan penemuan korban kepada pemilik kapal, yang kemudian diteruskan kepada Basarnas Makassar sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan.

    Setelah tiba di Kepulauan Selayar, DY dan penyintas lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan perawatan di RSUD Khayyung karena kondisi tubuh yang lemah setelah beberapa hari terombang-ambing di laut.

    Baca juga: Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho

    Basarnas Terus Optimalkan Pencarian

    Kepala Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan semua korban yang belum ditemukan sejak KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar.

    Menurut dia, pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.

    "Kami memohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian dalam keadaan selamat," kata Muhammad Arif Anwar.

    Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, pencarian kini dipusatkan di wilayah Kepulauan Sabalana dan Laut Flores berdasarkan temuan korban serta keterangan para penyintas.

    "Keterangan korban selamat menjadi petunjuk bagi kami untuk memperluas pencarian ke Laut Flores dan wilayah Sabalana," ujar Andi Sultan.

    Baca juga: 4 Hari Bertahan di Laut Berpegangan Rumpon, Lima Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat

    Pencarian 18 Korban Masih Berlanjut

    Sementara itu, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa yang belum ditemukan.

    Operasi pada hari keenam difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana, Kabupaten Pangkep, dan Laut Flores berdasarkan temuan korban sebelumnya serta keterangan para penyintas mengenai arah hanyut penumpang setelah kapal tenggelam.

    Hingga Senin (20/7/2026), sebanyak 59 penumpang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 18 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

    Basarnas mengerahkan enam armada SAR yang didukung sekitar 200 personel dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, Kantor Kesyahbandaran, dan nelayan setempat, untuk menyisir wilayah pencarian yang luas meski dihadapkan pada gelombang setinggi dua hingga tiga meter serta angin kencang di Laut Flores.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kisah Pilu Bocah 8 Tahun Korban Kapal Tenggelam, Histeris Saksikan Ibu Meninggal di Laut Selayar dan Kesaksian Kepala Basarnas Makassar di Balik Tenggelamnya KLM Nurul Salsa di Laut Selayar.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS