Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured KM Nurul Salsa Lintas Peristiwa Spesial

    Penyintas KM Nurul Salsa Ceritakan Empat Hari Bertahan di Atas Gabus, Trauma Masih Membekas - Viva

    4 min read

     

    Penyintas KM Nurul Salsa bertahan di atas gabus mengapung

    SULAWESI.VIVA.CO.ID - Selayar - Bau Asseng masih sulit melupakan empat hari yang mengubah hidupnya. Penyintas tenggelamnya KM Nurul Salsa itu menghabiskan waktu terapung di tengah laut bersama empat korban lain hanya dengan berpegangan pada sepotong gabus hingga akhirnya diselamatkan nelayan.

    Baca Juga

    Kini perempuan itu dirawat di RSUD KH Hayyung, Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kondisi fisiknya terus membaik, tetapi pengalaman berhari-hari bertahan di tengah laut masih meninggalkan trauma yang mendalam.

    Bau Asseng mengatakan kelompoknya tidak memiliki makanan maupun air minum selama terombang-ambing di laut. Mereka juga nyaris tidak tidur karena harus terus menjaga keseimbangan di atas gabus yang menjadi satu-satunya alat untuk bertahan hidup.

    Baca Juga

    Penyintas KM Nurul Salsa menjalani perawatan di RSUD Selayar

    Photo :

    • Sulawesi.viva.co.id

    "Empat hari tidak makan. Tidak pernah tidur. Kedinginan kalau malam, biasa kami juga menggigil," kata Bau Asseng.

    Baca Juga

    Di atas gabus itu, Bau Asseng tidak hanya berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Ia juga menjaga keponakannya, Diska, yang masih berusia tujuh tahun agar tidak terjatuh ke laut.

    Anak tersebut ditempatkan di bagian tengah gabus, sementara orang-orang dewasa berada di sisi luar. Saat Diska kelelahan dan ingin tidur, Bau Asseng berusaha menopangnya agar tetap aman meski ombak terus mengguncang.

    "Anak kecil itu tetap di atas gabus. Kalau dia mau tidur, baru saya tidurkan. Kami berlima di atas gabus kecil. Anak itu di posisi tengah. Saya di pinggiran gabus, suami saya tepat di belakang saya karena saya tidak bisa berenang," ujarnya.

    Menurut Bau Asseng, setelah KM Nurul Salsa tenggelam, sekitar 19 penumpang sempat bertahan dengan berpegangan pada beberapa potong gabus. Namun, semakin lama kondisi mereka terus melemah akibat kelelahan, lapar, dan cuaca buruk.

    Satu per satu korban tidak lagi mampu bertahan. Mereka yang masih hidup kemudian terpisah menjadi dua kelompok setelah terbawa arus laut ke arah yang berbeda.

    Kelompok Bau Asseng yang berisi lima orang ditemukan nelayan pada Sabtu sore. Sementara kelompok lainnya baru ditemukan sehari kemudian. 

    Suasana haru masih terasa di RSUD KH Hayyung. Tujuh korban selamat yang menjalani perawatan mulai bisa beraktivitas ringan, namun masih berada dalam pemantauan tim medis.

    Di Dermaga Benteng Selayar, keluarga korban juga terus menunggu kabar anggota keluarga mereka yang belum ditemukan. Tangis pecah ketika seorang anak berusia lima tahun yang selamat akhirnya bertemu kembali dengan tantenya.

    Tini mengaku bersyukur keponakannya berhasil ditemukan hidup. Namun, rasa lega itu belum utuh karena kedua orang tua anak tersebut masih menjadi bagian dari korban yang belum ditemukan.

    "Saat melihat keponakan saya rasanya campur aduk, karena orang tuanya sampai sekarang belum ditemukan. Saya ke pelabuhan untuk menjemput sepupu dan keponakan saya. Total empat orang di atas KM Nurul Salsa, tapi baru dua orang yang ditemukan selamat," kata Tini.

    Bagi Bau Asseng, proses pemulihan belum berhenti ketika ia berhasil mencapai daratan. Luka fisik perlahan sembuh, tetapi kenangan tentang dinginnya malam, ombak yang terus mengguncang, dan rekan-rekan seperjalanan yang tidak mampu bertahan masih terus membekas dalam ingatannya.

    Sementara para penyintas menjalani pemulihan, operasi pencarian korban KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Memasuki hari kedelapan, Basarnas bersama TNI, Polri, dan unsur SAR gabungan melanjutkan penyisiran setelah masa operasi resmi diperpanjang selama tiga hari.

    Pencarian difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana dengan membagi area operasi ke dalam dua sektor. Tim juga memperluas pemantauan hingga perairan yang mengarah ke Nusa Tenggara Barat berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan kemungkinan korban hanyut ke wilayah tersebut.

    Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 penumpang ditemukan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Evaluasi pencarian akan terus dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca, hasil analisis arus laut, serta informasi dari masyarakat dan nelayan di sekitar wilayah pencarian.

    Komentar
    Additional JS