Kantor Polsek Menteng Didatangi Keluarga Korban Bentrokan Minggu Malam, Polisi Siaga - Tribunnews
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi terus berjaga mengantisipasi bentrok susulan di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Dilaporkan polisi mengadang massa pada Senin (27/6/2026) sekira pukul 00.30 WIB dini hari.
Polisi pun mengamankan sejumlah barang berbahaya seperti senjata tajam dan anak panah dari massa tersebut.
Massa sebelumnya dilaporkan berkumpul di kawasan sekitar Polsek Menteng hingga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Minggu malam.
Bahkan, keluarga serta rekan korban sempat mendatangi Markas Polsek Menteng.
Terkait kedatangan keluarga korban pun dibenarkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
Roby memastikan kedatangan mereka berlangsung kondusif.
Baca juga: Bentrokan di Menteng Jakpus, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Tewaskan Satu Orang
"Situasi biasa saja. Masih ramai tapi kondusif," kata Roby.
Hingga Senin dini hari dilaporkan sebagian massa masih berada di sekitar halaman Polsek Menteng.
Guna mencegah hal tak diinginkan, gerbang Mapolsek Menteng terpantau ditutup rapat dan dijaga sejumlah petugas kepolisian pada Senin dini hari.
Aparat kepolisian pun terus bersiaga hingga Senin dini hari untuk memastikan situasi tetap kondusif.
3 Klaster Kejadian
Dalam menangani kasus ini, polisi memastikan akan memproses hukum siapa pun yang bersalah dalam peristiwa bentrokan di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
"Ini juga patut kami melakukan untuk penegakan hukum agar kedua belah pihak dapat secara adil dalam proses penegakan hukum, baik sisi warga maupun sekelompok orang yang menjadi korban," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung kepada awak media di lokasi.
Saat ini, polisi telah menangkap tiga orang berinisial S, T, dan U yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan saat bentrokan berlangsung.
Baca juga: Saksi Bentrok Jalan Tambak Menteng Ungkap Warga Resah Tiap Malam
Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Menteng.
"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U masih dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut," kata Reynold.
Kata Kombes Reynold, tiga orang yang diamankan diduga melakukan penganiayaan hingga hilangnya nyawa K.
Kombes Reynold mengatakan dari hasil penyelidikan awal kasus ini dibagi menjadi tiga klaster.
Klaster pertama geber motor, klaster kedua pemukulan warga di lokasi Matraman (Gerobak Nasi Uduk), dan ketiga penganiayaan di Jalan Tambak Menteng Jakarta Pusat (bangunan semi permanen).
"Jadi terkait dengan peristiwa yang ada di Matraman, Matraman Dalam, dan peristiwa di Jalan Tambak ini kami pisahkan, korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Kombes Reynold.
Menurutnya dalam peristiwa secara keseluruhan polisi melakukan pengamanan pemeriksaan secara intensif itu sejumlah kurang lebih 15 orang.
Kronologis Kejadian
Bentrokan bermula pada Minggu (26/7/2026 pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Keributan dipicu perselisihan antara sekelompok orang dengan warga Matraman.
Keributan berawal dari satu kelompok yang menggeber knalpot motornya hingga memancing emosi warga.
Akibatnya kericuhan meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak dan berujung aksi saling lempar batu.
Warga sekitar yang merasa terusik ikut terlibat dalam keributan sehingga situasi semakin memanas.
Berdasarkan keterangan polisi kelompok massa melakukan pengepungan ke sebuah bangunan semi permanen hingga membakarnya.
Ada sejumlah kendaraan roda dua yang ikut dibakar dalam insiden ini.
Akibat insiden tersebut dua orang menjadi korban dan dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yakni berinisial K dan DS.
K berusia 23 tahun telah dinyatakan meninggal dunia
Selain mengusut kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, polisi juga menyelidiki dugaan tindak pidana lain yang terjadi dalam rangkaian bentrokan tersebut.
Polisi juga menerima laporan mengenai perusakan gerobak milik pedagang UMKM serta adanya warga yang menjadi korban pemukulan.
Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501/Jakarta Pusat, Polsek Menteng, serta personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya masih disiagakan di lokasi untuk menjaga keamanan.
Kondisi di kawasan Jalan Tambak dan sekitarnya telah berangsur kondusif.