Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured HIV Kemenkes Kesehatan Spesial

    Kemenkes RI Pastikan Lonjakan Kasus HIV di Sidoarjo Bukan Karena Penularan Meningkat - detik

    3 min read


    Jakarta -

    Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meluruskan informasi terkait meningkatnya temuan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo. Kemenkes menegaskan, peningkatan jumlah kasus yang ditemukan terjadi seiring semakin luasnya layanan skrining HIV, sehingga lebih banyak orang mengetahui status kesehatannya dan dapat segera menjalani pengobatan.

    Berdasarkan data Kemenkes, sejak 2001 hingga Juni 2026, terdapat 1.183 kasus HIV kumulatif yang ditemukan pada kelompok usia 0-24 tahun di Kabupaten Sidoarjo.

    Menurut Kemenkes, peningkatan jumlah kasus yang terdeteksi tidak bisa langsung diartikan sebagai meningkatnya penularan HIV, melainkan juga menunjukkan semakin efektifnya upaya deteksi dini.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni, mengatakan HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV).

    Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menjalani tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau mendapat rekomendasi tenaga kesehatan.

    "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan," ujar Andi dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

    Sebelumnya, viral video yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS yang memicu kekhawatiran masyarakat.

    Menyoroti hal tersebut, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melaksanakan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan mengenai kasus HIV pada anak dan remaja di Kabupaten Sidoarjo.

    Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap data yang beredar, termasuk melalui kunjungan ke Delta Crisis Center (DCC) sebagai salah satu sumber data yang menjadi rujukan dalam pemberitaan tersebut.

    Selain menelaah validitas dan interpretasi data, tim supervisi juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan bagi orang dengan HIV, serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/up)

    Simak Video "Video Kemenkes Siagakan 198 RS Rujukan Kasus Hantavirus"
    [Gambas:Video 20detik]

    Komentar
    Additional JS