Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Makan Bergizi Gratis Spesial

    Kepala BGN Sudaryono Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar - Viva

    4 min read

     

    Kepala BGN Sudaryono

    Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menutup dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG yang tidak memenuhi standar meski telah diberi kesempatan melakukan perbaikan.

    Baca Juga

    Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat 24 Juli 2026.

    "Kita sisir mana yang memang kurang, kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup. Jadi kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan kawan-kawan semuanya," kata Sudaryono.

    Baca Juga

    Menurut Sudaryono, sidak dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan Program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Selain itu, BGN juga ingin menyerap masukan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, pengelola dapur, hingga masyarakat sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program.

    Baca Juga

    Ia menjelaskan evaluasi tidak hanya berfokus pada kondisi dapur, tetapi juga mencakup kualitas menu, proses penyajian makanan, hingga tingkat penerimaan siswa terhadap makanan yang disediakan.

    "Apakah itu dari sisi dapurnya, dari sisi menunya, dari sisi kesukaan anak-anaknya, sejauh ini pantauan oke. Kita mendengarkan saran, masukan, dan kritik," ujarnya.

    Sudaryono menambahkan BGN akan memperkuat edukasi gizi di sekolah dengan menambah materi pembelajaran bagi para siswa.

    Materi tersebut meliputi pentingnya mencuci tangan sebelum makan, memahami kandungan gizi dalam makanan, hingga membiasakan anak mengonsumsi sayuran sejak usia dini.

    Ia menegaskan Program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, melainkan membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi.

    "Ini bukan makan enak gratis, bukan makan yang disukai gratis, tetapi makan bergizi gratis yang diusahakan enak dan porsinya sesuai," katanya.

    Sudaryono mengungkapkan saat ini sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

    Menurutnya, sebagian besar dapur tersebut telah menjalankan tugas sesuai ketentuan.

    Meski demikian, BGN akan terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan agar pelaksanaan Program MBG semakin optimal.

    Sementara itu, Kepala SDN Bantarjati 9 Kota Bogor Sugiartini mengatakan Program MBG membawa dampak positif terhadap kebiasaan para siswa di sekolahnya.

    Ia menyebut antusiasme siswa mengikuti program tersebut sangat tinggi.

    "Anak-anak sangat antusias. Yang biasanya tidak sarapan sekarang menjadi sarapan, yang tadinya tidak suka sayur sekarang menjadi suka. Alhamdulillah hampir setiap anak makan MBG dan hampir semuanya habis," katanya.

    Sugiartini berharap kunjungan Kepala BGN menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG sekaligus menarik perhatian pemerintah terhadap kebutuhan revitalisasi bangunan sekolah.
     

    Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

    IAW Harap Evaluasi Program MBG Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola

    IAW berharap pemerintah menjadikan fase evaluasi MBG sebagai momentum memperkuat tata kelola, memperjelas regulasi, meningkatkan pengawasan program andalan Prabowo.

    img_title

    VIVA.co.id

    26 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS