Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kesehatan MURI NTT Spesial

    Libatkan 11.663 Orang dalam Program Pendampingan Kesehatan Mental, Polda NTT Raih Rekor MURI - Tribunnews

    5 min read

     

    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Polda Nusa Tenggara Timur meraih dua Rekor MURI setelah program pendampingan kesehatan mental yang digelar sejak 12 Juni 2026 diikuti 11.663 anggota Polri dan masyarakat 
    • Program tersebut menggunakan metode USEFT sebagai terapi komplementer untuk membantu peserta mengelola stres dan emosi 
    • Metode ini tidak menggantikan layanan psikologis maupun medis profesional

    Laporan Wartawan Pos Kupang,  Yuan Lulan

    TRIBUNNEWS.COM, KUPANG – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental tidak lagi hanya menjadi perhatian sektor kesehatan, tetapi juga mulai diadopsi oleh berbagai institusi yang memiliki tingkat tekanan kerja tinggi, termasuk kepolisian. 

    Di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks, upaya menjaga kondisi psikologis personel dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Berangkat dari kebutuhan tersebut, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar program pendampingan kesehatan mental yang melibatkan anggota Polri dan masyarakat.

    Program yang berlangsung sejak 12 Juni 2026 itu diikuti 11.663 peserta di 22 satuan kerja dan mengantarkan Polda NTT meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

    Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap tingginya tekanan psikologis yang dihadapi anggota Polri dalam menjalankan tugas, sekaligus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendampingan kesehatan mental.

    "Anggota yang sehat secara mental akan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, penuh empati, dan semakin dipercaya masyarakat," kata Rudi.

    Baca juga: 3 Anggota DPRD TTU Dilaporkan ke Polda NTT Kasus Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha

    Menurutnya, penghargaan MURI bukan menjadi tujuan utama penyelenggaraan program, melainkan bentuk apresiasi terhadap upaya memperkuat kesehatan mental personel dan masyarakat.

    "Bagi kami, Rekor MURI bukan soal pencapaian, tetapi tentang kebermanfaatan. Jika anggota Polri sehat secara mental, mereka akan hadir melayani dengan hati, penuh empati, dan mampu memberi rasa aman yang lebih nyata bagi masyarakat," ujarnya.

    Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan penguatan kesehatan mental merupakan investasi jangka panjang bagi institusi.

    Menurutnya, pelayanan publik yang profesional berawal dari sumber daya manusia yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

    Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengatakan penghargaan diberikan bukan semata karena jumlah peserta yang mencapai 11.663 orang, tetapi juga karena Polda NTT dinilai menjadi pelopor penyelenggaraan program pendampingan kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat dalam skala besar.

    Penghargaan diserahkan kepada Kapolda NTT dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda NTT yang turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Ketua Bhayangkari Daerah NTT, jajaran pejabat utama Polda NTT, para terapis, serta tamu undangan lainnya.

    Program pendampingan tersebut menggunakan Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) sebagai salah satu metode terapi komplementer. 

    Menurut pengembangnya, metode ini mengombinasikan teknik tapping (ketukan ringan pada titik tertentu di tubuh), afirmasi, relaksasi, pengaturan napas, serta pendekatan spiritual untuk membantu peserta mengelola stres dan emosi.

    USEFT dikembangkan di Indonesia oleh SBMS Institute bersama Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (YKMK). Meski demikian, klaim mengenai efektivitas metode ini masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut.

    Sejumlah ahli kesehatan mental pada umumnya menilai terapi komplementer dapat dimanfaatkan sebagai pendamping untuk membantu mengelola stres, tetapi tidak menggantikan diagnosis, pengobatan, maupun terapi yang diberikan psikolog atau psikiater, terutama bagi individu yang mengalami gangguan kesehatan mental sedang hingga berat.

     Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Polda NTT Raih Dua Rekor MURI atas Terapi Kesehatan Mental Massal Berbasis Metode USEFT

    Komentar
    Additional JS