Menhut Mengaku Tidak Tahu Isi Amplop dari Bupati Kuansing, Pengamat: Itu Pernyataan Menutup-nutup - Kompas Tv
Kompas.tv - 9 Juli 2026, 05:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pegiat Antikorupsi dari Laskar Daulat Rakyat Saor Siagian mengkritisi pernyataan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengaku tidak tahu mengenai isi amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Menurut Saor Siagian, pernyataan yang disampaikan Menhut Raja Juli tidak lebih dari upaya menutup-nutupi fakta yang sebenarnya terjadi.
“Dia bilang, saya tidak tahu isinya itu apa gitu loh, kalau anda tidak tahu kenapa tiba-tiba juga dikembalikan misalnya,” kata Saor dalam Program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Geledah Kafe de Clan, Polda Metro Minta Jangan Halangi: Semua Tindakan Dapat Dipertanggungjawabkan
“Nah itu lah pernyataan-pernyataan yang menurut kami menutup-nutupi.”
Karena itu, Saor mendorong KPK untuk menaikkan kasus dugaan gratifikasi Menhut ke tingkat penyidikan karena sudah cukup bukti.
“Tanggal 2 Juni ketemu, kemudian tanggal 12 Juni baru dikembalikan, justru di situ menurut saya mens reanya sangat telanjang,” ujar Saor.
“Artinya adalah bukan saja ini gratifikasi, tetapi upaya untuk menutupi dugaan.”
Sebelumnya, Menteri Raja Juli Antoni mengonfirmasi telah menerima amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby pada pertemuan Selasa, 2 Juni 2026. Namun, Menhut mengaku tidak tahu menahu perihal amplop tersebut karena diletakkan di bawah map.
Baca Juga: Kortastipidkor Temukan Dokumen hingga Uang Dolar AS dan Singapura dari Penggeledahan di Kafe de Clan
Raja Juli dalam pengakuannya menuturkan bahwa amplop tersebut diketahui usai Bupati Kuansing Suhardiman Amby meninggal kantornya. Ketika itu, Raja Juli mengaku langsung ingin mengembalikan amplop tersebut ke Bupati Kuansing dengan diantar langsung oleh ajudan pribadinya.
Kendati demikian, Menhut yang mengaku hanya punya satu ajudan menyampaikan bahwa pengembalian amplop baru terlaksana pada 12 Juni 2026.
Sumber : Kompas TV