Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Akui MBG Ada Penyusup Mau Maling, tapi Tegaskan Program Tetap Lanjut - Tribunnews

    7 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Prabowo menegaskan akan tetap melanjutkan program MBG meski dirinya mengakui adanya penyusup yang ingin melakukan korupsi.
    • Dia mengatakan keberlanjutan tersebut karena ia tidak ingin ada lagi anak-anak kelaparan karena tidak bisa makan.
    • Demi menekan adanya korupsi, Prabowo meminta seluruh pejabat, penegak hukum, dan masyarakat turut melakukan pengawasan.

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa ada oknum dan penyusup dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dia mengatakan para penyusup itu memiliki rencana untuk melakukan korupsi.

    Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa program unggulannya itu tetap berlanjut.

    Ia mengatakan berlanjutnya program MBG karena dirinya tidak ingin ada lagi anak-anak mengalami kelaparan di Indonesia.

    "Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan! Tapi kita mengerti dan sadar banyak juga yang nyusup ke tubuh MBG untuk jadi maling di situ," katanya saat berpidato dalam acara peresmian lima bendungan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

    Baca juga: Jampidsus Balas Ungkap Ada 47 Nama yang Terlibat Dalam Dugaan Kasus Korupsi MBG

    Prabowo pun meminta kepada seluruh pejabat di daerah untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

    Ketua Umum Partai Gerindra itu mengimbau ketika ada penyimpangan, maka bisa langsung dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) atau kepada dirinya.

    "Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh meriksa dapur MBG. Semuanya harus periksa! Laporkan ke Kepala BGN atau kepada saya!" tegasnya.

    Prabowo pun turut meminta aparat penegak hukum turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

    Namun, dia menegaskan pengawasan dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    "Dandim, kapolres, kapolsek, silahkan periksa. Periksa yang artinya baik, bukan manggil-manggil terus ngerjain. Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Jangan nanti manggi-manggil, minta setoran," tuturnya.

    Selain itu, Prabowo juga meminta masyarakat turut melakukan pengawasan. Dia mengatakan warga bisa memviralkan ketika menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG.

    "Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget," katanya.

    Kasus Korupsi di Program MBG

    Di sisi lain, telah terjadi korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Sudah tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, orang dekat Sony, Asep Yusuf Somantri, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal selaku penyedia motor listrik BGN Andri Mulyono, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) Glory Harimas Sihombing, serta Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

    Dalam perkara ini, Dadan, Sony, dan Lodewyk diduga terlibat dalam pengaturan titik SPPG.

    Bahkan, SPPG tersebut ada yang terafiliasi dengan yayasan milik mereka. Selain itu, Dadan dkk juga diduga terlibat dalam mark up terkait pengadaan barang dan jasa.

    "Selain menggunakan yayasan yang terafiliasi tersebut, saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan LP, dalam melakukan proses pengadaan, baik barang dan jasa di BGN secara melawan hukum, melakukan intervensi kepada PPK (pejabat pembuat komitmen)," kata Syarief.

    Baca juga: Gagal Bertemu Pimpinan BGN, Massa Pendukung MBG Lempari Polisi

    Adapun beberapa pengadaan barang dan jasa yang diduga di-mark up yaitu pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, 31 ribu lebih tablet, dan 5.400 unit televisi

    Lalu, tersangka lain yaitu Asep Yusuf Somantri berperan dalam mengutak-atik status pendaftaran calon mitra SPPG di portal, serta memetakan dan mengatur alokasi titik-titik dapur MBG yang masih kosong agar bisa dikondisikan oleh para oknum pejabat BGN.

    Selanjutnya, yaitu tersangka Andri Mulyono sebagai vendor motor listrik di mana dirinya selaku pemenang tender pengadaannya.

    Padahal, dirinya belum memiliki diler resmi. Bahkan, ia diduga telah menerima bayaran penuh terkait pengadaan motor listrik sesuai dengan berita acara yang telah dimanipulasi.

    "Padahal, harga dan spesifikasi motor listrik tersebut tidak sesuai dengan standar barang dan kebutuhan barang milik negara (BMN)," ujarnya

    Selanjutnya ada Glory yang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan suap kepada Dadan.

    Baca juga: Bergerak ke Kantor BGN, Massa Pro MBG Dorong-dorongan dengan Polisi di depan Halte Balai Kota

    Suap itu dalam rangka agar dirinya dapat memperoleh titik-titik SPPG yang berujung dijual kembali ke pihak lain.

    "Bahwa setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, saudara GHS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang baik dalam mata uang asing maupun rupiah kepada DH. Uang itu diberikan secara tunai dan bersumber dari mitra MBG yang meminta bantuan kepada GHS agar menjadi mitra MBG," ungkap Syarief.

    Terakhir, yakni Iwan yang diduga melakukan korupsi dengan cara meminta dua orang berinisial YCS dan RD mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang produksi food tray atau ompreng dan bekerjasama dengan calon mitra MBG.

    Adapun harga ompreng ternyata telah ditentukan oleh jenderal polisi bintang satu tersebut.

    "Dalam harga tersebut itu termasuk ada bagian kepada saudara LMI untuk supaya titik (SPPG) tersebut di-approve atau disetujui dengan penjualan ompreng itu," kata Syarief.

    (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

    Komentar
    Additional JS