Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus SPESIAL

    Saksi Bentrok Jalan Tambak Menteng Ungkap Warga Resah Tiap Malam - Tribunnews

    5 min read

     

    Ringkasan Berita:
    • Saksi menyebut warga resah dengan aktivitas malam sebelum bentrok Jalan Tambak.
    • Bentrokan diduga bermula dari persoalan gerobak nasi uduk.
    • Polisi mengamankan delapan orang dan masih menyelidiki kasus tersebut.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bentrokan antar-dua kelompok warga pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026) pagi.

    Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.

    Sebelum bentrokan terjadi, seorang saksi mata menyebut warga sekitar telah lama merasa terganggu dengan aktivitas kelompok yang menempati sebuah bangunan di lokasi tersebut.

    Yuli (26), saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan aktivitas ramai dari kelompok tersebut kerap berlangsung hingga malam hari.

    “Biasa. Kalau malam juga sering itu kan, sering ramai-ramai kayak gitu, nyanyi-nyanyi kayak gitu. Jadi nggak ada berhentinya. Pas waktu azan pun masih ramai gitu, nggak dimatiin,” ujar Yuli.

    Menurut Yuli, gangguan tersebut terjadi hampir setiap hari.

    “Sering, hampir tiap hari nggak ada berhentinya,” katanya.

    Ia menyebut warga merasa tidak nyaman karena aktivitas itu berlangsung terutama pada malam hari.

    “Resah, resah banget. Risi kan, tiap hari juga malam. Kalau siang mah nggak apa-apa, itu kan malam,” ujar Yuli.

    Baca juga: Awal Mula Bentrok Jalan Tambak Menteng: Dari Gerobak Nasi Uduk hingga Korban Tewas

    Bentrok Pecah Usai Perselisihan

    Menurut Yuli, ketegangan memuncak pada Minggu pagi ketika warga diduga meminta aktivitas kelompok tersebut dihentikan.

    “Yang aku lihat sih, dari warung (kelompok) itu mungkin disuruh tutup kayak nggak terima gitu kali ya. Jadi warganya dorong-dorong gerbang. Terus mereka nggak terima, keluar semua,” kata Yuli.

    Menurut Yuli, bentrokan berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

    Dalam kejadian itu, warga sempat menjebol pintu bangunan dan terjadi pembakaran di sekitar lokasi.

    Keterangan mengenai aktivitas kelompok tersebut masih berasal dari kesaksian warga, sementara pihak yang disebut dalam kesaksian tersebut belum memberikan tanggapan.

    Sementara itu, polisi menyebut pemicu awal bentrokan diduga berasal dari persoalan di sebuah warung penjual sarapan.

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan seorang pria dari kelompok yang kemudian menjadi sasaran penyerangan diduga merasa tidak dilayani dengan baik saat membeli nasi uduk.

    Pria tersebut kemudian kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual sarapan.

    “Kelompok yang diserang ini datang mau beli sarapan. Kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan sehingga menggeber kendaraannya. Setelah itu dia pergi, lalu datang lagi membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk,” ujar Roby.

    Baca juga: Polisi Dalami Kematian Satpam yang Ditemukan Terborgol di Danau Jatiluhur, 12 Saksi Diperiksa

    Polisi Masih Selidiki Bentrokan

    Akibat bentrokan tersebut, dua orang dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu orang kemudian meninggal dunia.

    “Dua orang yang dibawa dari TKP, saat dibawa kondisinya kritis namun ketika di rumah sakit, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Roby.

    Polisi mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam bentrokan dan masih mendalami peran masing-masing.

    Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan puing bangunan terbakar, kendaraan rusak, jejak darah, dan batu berlumuran darah.

    “Di TKP kami menemukan puing-puing bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga ada jejak darah dan batu yang berlumuran darah,” ujar Roby.

    Polisi belum menemukan senjata tajam yang digunakan dalam bentrokan.

    Selain itu, penyidik masih mendalami identitas kelompok yang terlibat serta status bangunan yang ditempati salah satu kelompok tersebut.

    Kondisi sekitar Jalan Tambak Menteng kini telah kondusif. 

    Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

    Komentar
    Additional JS