Akses Darat Pulau Palue Pulih, BNPB Salurkan Bantuan dan Skema Ganti Rugi Rumah Rusak di Sikka - Kompas
SIKKA, KOMPAS.com – Akses jalan utama di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat terputus akibat material longsor pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores, kini sudah kembali pulih dan bisa dilalui kendaraan.
Langkah pembersihan material longsor ini dilakukan demi mempercepat penyaluran bantuan logistik dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak di wilayah kepulauan tersebut.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung kondisi warga di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, pada Jumat (21/8/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascagempa M 7,7 Flores berjalan optimal hingga ke area terluar.
"Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui, setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati," ujar Suharyanto di Desa Ladolaka, Sikka, Jumat dikutip dari siaran pers BNPB.
Sebatang Kara, Nenek Paulina Selamat Setelah 4 Hari Tertimpa Reruntuhan akibat Gempa NTT
Baca juga: Kapolda NTT Pimpin Penyaluran Bantuan Polri untuk Korban Gempa di Pulau Palue
Kondisi Psikologis Warga dan Imbauan BMKG
Pulau Palue menjadi salah satu wilayah terdampak guncangan cukup hebat lantaran lokasinya yang terdekat dengan pusat gempa pada Sabtu (15/8/2026). Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.
Meski akses transportasi darat mulai terbuka, sebagian masyarakat Desa Ladolaka dilaporkan masih memilih tinggal di tenda-tenda mandiri sekitar pemukiman. Hal ini disebabkan rasa cemas akibat guncangan gempa susulan.
Merespons kekhawatiran masyarakat, Suharyanto meminta warga untuk tetap tenang namun tidak menurunkan kesiapsiagaan. Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tren gempa susulan menunjukkan penurunan frekuensi dan kekuatan.
"Bapak ibu tidak perlu takut yang berlebihan. Karena menurut riset BMKG, guncangan gempa susulan itu terus menurun skalanya, tidak seperti pada gempa pertama sebelumnya," tutur Suharyanto.
Baca juga: Dorong Pemenuhan Kebutuhan Warga, Mendagri Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Pulau Palue
Skema Bantuan Rumah Rusak dari BNPB
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascagempa Flores, pemerintah melalui BNPB memaparkan skema bantuan perbaikan tempat tinggal warga. Besaran bantuan finansial ini akan disesuaikan dengan hasil verifikasi dan pendataan tingkat kerusakan bangunan di lapangan:
- Rusak Ringan: Bantuan stimulan sebesar Rp 15 juta per unit rumah.
- Rusak Sedang: Bantuan stimulan sebesar Rp 30 juta per unit rumah.
- Rusak Berat: Pemerintah menyiapkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang.
Bagi warga yang rumahnya berkategori rusak berat dan masih menunggu proses pembangunan Huntap, BNPB menyediakan dua opsi bantuan sementara:
- Dana Tunggu Hunian (DTH): Sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga (KK) per bulan.
- Hunian Sementara (Huntara): Bangunan sementara sebagai alternatif tempat tinggal.
Pemerintah menekankan bahwa pencairan dana dan pembangunan fisik akan dilaksanakan setelah validasi data warga penerima rampung secara akuntabel.
Baca juga: 2 Korban Gempa di Pulau Palue Kritis, Akses Darat Terisolasi dan Butuh Helikopter
Pasokan Logistik dan Bantuan Beras dari Bulog

Lihat Foto
Selain rehabilitasi bangunan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue menjadi prioritas utama. Suharyanto menyerahkan secara langsung bantuan paket sembako kepada warga terdampak.
Mengingat lokasi Pulau Palue terpisah dari daratan utama Pulau Flores dan bukan merupakan daerah penghasil beras, BNPB menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menjamin ketersediaan pangan selama masa tanggap darurat.
"Bantuan sudah masuk, tentunya mungkin masih terbatas karena akses hanya bisa ditempuh menggunakan jalur laut dan udara menggunakan pesawat," ungkap Suharyanto.
"Karena Pulau Palue bukan penghasil beras, maka selama satu bulan sementara beras akan kita dukung melalui sinergi dengan Bulog," tambahnya.
Kesiapsiagaan Armada Evakuasi di Maumere
Guna mengantisipasi situasi darurat, BNPB menyiagakan armada transportasi udara, termasuk helikopter evakuasi, yang ditempatkan di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Kendati demikian, dari hasil dialog bersama warga lokal, Suharyanto memastikan saat ini tidak ada masyarakat yang memerlukan evakuasi medis keluar dari Pulau Palue.
Baca juga: Terluka Tertimpa Reruntuhan, Dua Korban Gempa di Pulau Palue Dievakuasi ke Maumere NTT
"Tadi dari hasil dialog dan informasi warga, sudah tidak ada lagi yang harus dievakuasi. Di Maumere segala jenis armada sudah lengkap sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu sudah bisa kita pakai," pungkasnya.
Pemulihan di Pulau Palue kini terus dikawal melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta jajaran TNI/Polri hingga kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat kembali pulih secara menyeluruh.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT