AMPB Persilakan Aparat Tangkap Perusuh di Aksi 27 Agustus: Pasti Bukan dari Kami - suara

Baca 10 detik
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu akan menggelar aksi damai di Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Massa menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor di Jakarta Selatan.
- Humas AMPB Didik Eko Sulistiawan meminta aparat penegak hukum menangkap pihak luar yang memicu kerusuhan.
Suara.com - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang berniat mengacaukan aksi mereka di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Humas AMPB Didik Eko Sulistiawan menegaskan bahwa gerakan ini berkomitmen penuh pada jalur aksi damai.
Mereka telah berkoordinasi dengan berbagai simpul aktivis untuk memastikan suasana tetap kondusif selama penyampaian pendapat berlangsung.
Didik tidak segan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas jika menemukan oknum yang berbuat anarkis.
"Kalau ada kerusuhan, boleh aparat penegak hukum langsung ditangkap aja," tegas Didik saat ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).

Langkah ini diambil untuk memisahkan massa asli yang ingin berjuang dengan provokator yang hanya ingin membuat kegaduhan.
Menurut Didik, massa yang dibawa dari Pati sangat mengedepankan tata krama dan ketertiban.
Ia meyakini bahwa setiap bentuk kerusuhan yang muncul pasti dilakukan oleh pihak luar yang bukan bagian dari rombongannya.
"Itu pasti bukan dari kami," tambah Didik dengan nada bicara lugas.
Baca Juga: Rekening Donasi Aktivis Demo Pati Diblokir, Bos OJK Buka Suara: Harus Dibuka Kembali
Massa dari Pati sendiri dijadwalkan akan menyuarakan aspirasi terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor di depan Gedung DPR RI.
Keamanan menjadi prioritas utama agar tuntutan mereka tidak teralihkan oleh isu keributan di lapangan.
"Kami jaga kondusivitas, jangan sampai ada kerusuhan," pungkas Didik.
Rombongan dari Pati sendiri diperkirakan berjumlah lima hingga enam unit bus yang mengangkut massa dari berbagai desa.