Anggaran Golf OJK Rp15 Miliar, CBA: Nasabah BCA Terlantar - INAnews
- account_circle Helmi Romdhoni
- calendar_month 35 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyoroti kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menilai OJK belum serius menangani persoalan antara PT Paramitra Alfa Sekuritas (PAS) dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
CBA: OJK Seharusnya Turun, Bukan PAS yang Gugat
Uchok menilai OJK seharusnya lebih aktif dalam perlindungan konsumen jasa keuangan.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut tidak seharusnya hanya berujung pada langkah hukum yang ditempuh PAS dengan menggugat BCA beserta jajaran direksinya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
“Seharusnya yang turun dan masuk ke ranah hukum itu OJK, bukan PT Paramitra Alfa Sekuritas (PAS),” ujar Uchok kepada wartawan, Senin 24 Agustus 2026.
Sebelumnya, OJK memang telah memanggil BCA terkait kasus pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) senilai Rp70 miliar. OJK menyatakan tidak menemukan insiden pada infrastruktur IT BCA
Soroti Kasus Kehilangan Dana Rp160 Juta di Mobile Banking BCA
Selain sengketa PAS, Uchok juga menyoroti kasus viral di Tasikmalaya. Seorang nasabah BCA mengaku kehilangan dana sekitar Rp160 juta dari layanan mobile banking, meski tidak pernah melakukan transaksi.
Ia mempertanyakan minimnya respons OJK terhadap persoalan keamanan transaksi digital perbankan.
CBA meminta OJK mendorong manajemen BCA untuk bertanggung jawab dan memberikan solusi.
Ia juga meminta Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dan Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih memastikan sistem keamanan layanan mobile banking BCA dapat melindungi dana nasabah.
“Jangan sampai nasabah yang kehilangan uang justru merasa berjuang sendirian. OJK harus hadir dan memastikan hak-hak konsumen perbankan terlindungi,” katanya.
Anggaran Golf OJK Disorot CBA
Uchok juga mengkritik prioritas anggaran OJK. Ia menyinggung anggaran kegiatan permainan golf Dewan Komisioner OJK yang disebut mencapai Rp15,8 miliar pada 2023 dan Rp12 miliar pada 2024.
“Daripada membela para nasabah, lebih baik dan asyik para komisioner OJK kemungkinan main golf,” ujar Uchok.
Tanggapan OJK dan BCA
Hingga berita ini diturunkan, http://inanews.co.id masih berupaya mengkonfirmasi tanggapan resmi dari OJK dan PT BCA Tbk terkait kritik CBA tersebut.
Disclaimer : Artikel ini berdasarkan keterangan CBA. http://inanews.co.id berkomitmen menyajikan berita berimbang.
- Penulis: Helmi Romdhoni
Komentar (0)
Baca Juga
Bendung Rentang untuk Dukung Swasembada Pangan
- calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
- account_circle Robi
INAnews.co.id, Majalengka– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Bendung Rentang di Majalengka, Jawa Barat, pada Ahad (16/2). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur sumber daya air dalam mendukung sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan. “Saya datang untuk memastikan air dari bendung ini dapat terdistribusi dengan baik ke lahan-lahan pertanian,” ujar Menteri […]
Sinar Mas, Astra, Indofood Disebut Kuasai Ekonomi hingga Gusur Rakyat
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- account_circle Robi
INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Muhammad Said Didu mengulas dominasi kelompok usaha besar dalam ekonomi Indonesia yang menurutnya telah melampaui batas kewajaran. Dalam diskusi YouTube Selasa (16/12/2025), ia menyebut nama-nama konglomerat yang ekspansinya masif. Said Didu mencontohkan Sinar Mas yang dimulai dari pedagang minyak goreng menggunakan sepeda ontel pada tahun 1930-an, kini menguasai 6-9 juta hektar […]
INAnews.co.id - Cerdas Melihat Indonesia
copyright 2017 © PT INA DIGITAL MEDIA




