Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured HUT Kemerdekaan RI Koperasi Desa Merah Putih Makan Bergizi Gratis MPR Sidang Tahunan MPR Spesial

    Buka Sidang Tahunan, Ketua MPR Sebut MBG dan Kopdes Merah Putih Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045 -

    4 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menilai program Makan Bergizi Gratis MBG dan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045.

    Menurut Muzani, kedua program tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.

    "Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026, Jumat (14/8/2026).

    Baca juga: Sidang Tahunan MPR 2026: 629 Anggota Hadir, 103 Absen

    Muzani mengatakan, setelah 81 tahun merdeka, Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan. Perkembangan tersebut mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, industri, pertanian, hingga perlindungan sosial.

    Ketua MPR: SBY, Jokowi, dan Megawati Akan Diundang di Sidang Tahunan MPR 2026

    Namun, masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan.

    “Namun, masih ada anak-anak kita yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan,” ujarnya.

    Menurut Muzani, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pelaksanaan program MBG.

    Program MBG, kata dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pembagian makanan. Program tersebut juga menjadi investasi untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

    “Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Program itu merupakan pembagian rezeki untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

    Baca juga: Dasco Spill Prabowo Bawa 8 Tamu Spesial ke Sidang Tahunan dan RAPBN 2027

    Muzani menilai pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akan berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.

    Kondisi kesehatan dan gizi turut menentukan kemampuan masyarakat untuk belajar, bekerja, berproduksi, dan bersaing.

    Karena itu, Muzani menekankan pentingnya tata kelola MBG. Program tersebut harus berjalan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel,” tegasnya.

    Koperasi Desa Merah Putih

    Selain MBG, Muzani menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

    Menurut dia, pembangunan ekonomi nasional tidak cukup mengandalkan mekanisme persaingan bebas.

    Indonesia membutuhkan model ekonomi yang mampu memperkuat posisi kelompok masyarakat dengan daya tawar lebih rendah.

    “Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Amanat ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tergerus,” kata Muzani.

    Muzani mengatakan koperasi dapat menjadi salah satu cara menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi.

    Pengelolaan koperasi harus sehat dan profesional. Dengan begitu, koperasi dapat memperkuat posisi tawar petani, membuka akses pasar bagi nelayan, serta membantu pelaku usaha mikro mengembangkan bisnis.

    Koperasi juga dinilai mampu memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok. Kondisi tersebut diharapkan membuat lebih banyak nilai tambah ekonomi dinikmati masyarakat di daerah.

    “Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memanfaatkan akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.

    Muzani menegaskan, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk.

    Ukuran utamanya ialah kemampuan koperasi menciptakan kegiatan ekonomi produktif, meningkatkan pendapatan anggota, dan memperkuat kemandirian masyarakat.

    “Koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi adalah semangat untuk maju bersama,” tegas Muzani.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Opsi Lain

    Memuat 5 berita pertama...

    Additional JS