Kisah Citra, Bantu Orangtua Jualan Kacang Sebelum Masuk Sekolah Rakyat - Kompas
KOMPAS.com - Citra Nur Ramadhani adalah salah satu siswa Sekolah Rakyat yang namanya disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo memyebutkan bahwa Citra sempat hampir putus sekolah karena harus membantu orangtuanya berjualan kacang. Ayah Citra sudah meninggal dunia dan ibu Citra merupakan penyandang disabilitas.
"Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang," kata Prabowo dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.
Prabowo Pamer MBG hingga Sekolah Rakyat, “Bawa Bukti” Anak-anak Penerima Manfaat
Baca juga: Cerita Risky, Sempat Jualan Ikan Sebelum Akhirnya Masuk Sekolah Rakyat
Bisa melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan keluarganya
Melalui keberadaaan Sekolah Rakyat, kata Prabowo telah memberikan kesempatan baru pada Citra untuk dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan keluarganya.
“Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendirian. Citra pun kemarin berhasil meraih juara karate tingkat Kabupaten,” ujarnya.
Ia juga kembali menjelaskan, bahwa Sekolah Rakyat adalah sekolah khusus berasrama khusus anak-anak yang tidak mampu. Sekolah tersebut memiliki fasilitas yang bagus.
Baca juga: Presiden Prabowo Wacanakan Pelajaran Bahasa Asing Mulai Kelas 1 SD
Berupaya memutus rantai kemiskinan
Guru kompeten, makanan bergizi, dan lingkungan yang aman bagi setiap siswanya. Melalui sekolah ini Prabowo berupaya memutus rantai kemiskinan.
Strateginya adalah kita harus memutus rantai kemiskinan kalau orangtua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak mereka tidak boleh terus miskin, ucap Prabowo.
Menurutnya, negara harus melakukan intervensi untuk mengatasi hal ini sesuai arahan Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca juga: Tips Dapat Pendanaan Riset dari Dalam dan Luar Negeri ala Peneliti BRIN
Oleh karena itu, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibuka ditambah lagi 182 Sekolah Rakyat rintisan untuk merealisasikan pemutusan rantai kemiskinan.
"Nantinya setiap kabupaten punya satu Sekolah Rakyat," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Prabowo Minta "Ceremony" Upacara Dihilangkan, Lebih Baik untuk Meningkatkan Gaji Guru