Gempa NTT Rusak Dua Rumah Sakit dan 19 Puskesmas - Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327286/original/061781700_1787100545-IMG-20260818-WA0035.jpg)
Gempa M 7,7 merusak fasilitas kesehatan di NTT, termasuk dua rumah sakit dan 19 puskesmas.
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengungkapkan, dua rumah sakit dan 19 puskesmas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan total akibat gempa bermagnitudo 7,7.
Menurutnya, dari 21 rumah sakit yang terdampak, 16 masih beroperasi maksimal. Sementara empat lainnya mengalami gangguan, dengan dua di antaranya rusak total.
"Tapi beberapa (RS) masih bisa dipakai, yang di Ruteng dan Nagekeo rusak total," kata Benyamin di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, dikutip Rabu (19/8/2026).
Sementara itu, untuk puskesmas, Benyamin merinci dari total 190 unit, sebanyak 122 masih bisa beroperasi maksimal, 49 rusak sebagian tetapi masih berjalan, dan 19 puskesmas rusak parah sehingga tidak bisa digunakan.
"Makanya di lapangan, dipasang tenda darurat di sekitar Puskesmas. Agar korban terdampak masih bisa menerima penanganan darurat dengan cepat." ujarnya.
Untuk wilayah Ruteng dan Nagekeo, Kemenkes tengah membangun rumah sakit darurat. Hal ini dilakukan karena seluruh rumah sakit di dua kawasan tersebut hancur total dan tidak dapat melayani pasien sama sekali.
Proses pembangunan telah dimulai sejak Senin, 17 Agustus 2026. Seluruh peralatan diterbangkan menuju Labuan Bajo, kemudian diangkut menggunakan truk ke Ruteng dan Nagekeo.
"Rumah sakit darurat dibangunnya cuma perlu sekitar 5-6 jam, mungkin hari ini sudah bisa dipakai," ungkapnya.
79 Orang Patah Tulang dan Cedera Kepala
Benyamin juga mengungkapkan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima, sebanyak 79 korban mengalami patah tulang dan cedera kepala. Jumlah tersebut masih sementara, sebab Kemenkes tak memungkiri, adanya kemungkinan korban masih bisa bertambah, seiring dengan mulai terbukanya isolasi di beberapa daerah di NTT.
"Tapi saya kira itu akan naik terus ya, nah itu kan selalu berkembang dengan ditemukannya kasus. Tapi pelayanan dalam keadaan terkendali, saya kira itu berita baiknya," ungkapnya.
Sementara itu, Benyamin yang telah meninjau para korban gempa di NTT mengungkapkan, di tenda-tenda medis di lokasi gempa, telah banyak relawan dokter dan tenaga medis lainnya yang membantu korban luka-luka. Tercatat, sudah ada 8 relawan dokter ortopedi yang bersiaga di beberapa titik untuk menangani korban patah tulang.
Sebar Dokter
Sedangkan, para dokter saat ini juga telah banyak yang tiba di Labuan Bajo untuk menyebar di beberapa lokasi dengan korban terbanyak.
"Karena Labuan Bajo penerbangannya banyak, yang bisa besar-besar masuk, jadi dokter-dokter ngumpul di situ, baru didistribusikan. Ada yang dengan helikopter, ada yang dengan pesawat, jadi kami diskusi ada yang ke Nagekeo, ada yang ke Ngada, ada yang ke Ruteng, ada yang ke Ende," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai adanya kemungkinan daerah terdampak gempa yang masih terisolasi, Benyamin tak membantah. Pihaknya memastikan hingga saat ini masih berupaya mencari informasi apakah masih ada wilayah yang belum tersentuh bantuan di NTT.
"Yang jelas, saya rasa makin cepat. Dampak daripada kemajuan teknologi, jadi kalau ada sesuatu cepat ditemukan seperti kemarin dari 1 informasi media, kami menemukan 30 orang korban yang akhirnya tertangani," pungkasnya.