Pasien dan Nakes di Posko Medis Damer NTT Kekurangan Nutrisi, Sering Makan Mi Instan - Kompas
MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com - Memasuki hari ke-5 setelah gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, kebutuhan di posko medis Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum sepenuhnya terpenuhi. Puluhan tenaga kesehatan (nakes) dan pasien yang dirawat kekurangan nutrisi.
Salah satu petugas medis yang menangani pasien, dr Melinda Bella, mengatakan bahwa sejak hari pertama, mereka belum mendapat bantuan logistik makanan yang cukup. Selain makanan, air bersih di sekitar posko juga sangat kurang.
"Nutrisi sangat belum memadai. Tempat tidur dan makanan untuk tim medis sangat terabaikan. Bahkan, nutrisi untuk pasien-pasien pun sangat tidak cukup," kata Melinda kepada Kompas.com, Rabu (19/8/2026).
Dia mengungkapkan, selama beberapa hari di posko, makanan yang mereka konsumsi hanya mi instan dan telur.
Warga NTT Masih Syok Usai Gempa Magnitudo 7,7, BNPB: Teringat Tsunami 1992
"Kita berharap kalau bantuan, mungkin bisa lebih diperhatikan logistiknya. Setidaknya makanan yang bergizi untuk ibu hamil, anak-anak, dan tim medis juga," ujar dokter Nusantara Sehat Kemenkes itu.
Baca juga: Sempat Terisolir, Begini Kondisi Hari Ke-3 di Pengungsian Dampek NTT
Hal serupa disampaikan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman. Dia mengatakan, selama beberapa hari ini, petugas di posko hanya mengonsumsi makanan seadanya yang ditemukan di sekitar posko.
Menurut dia, makanan itu tidak hanya untuk petugas, tetapi juga para pasien yang masih dalam perawatan medis.
Agustinus mengungkapkan, mereka juga tidak bisa mengelola bahan makanan untuk kebutuhan nutrisi yang tepat karena ketersediaan bahan makanan yang kurang.
"Kadang hanya makan sayur. Ada pepaya, ambil itu untuk sayur. Lauk yang ada hanya telur sejak awal. Susu sesekali saja," kata Agustinus.
Baca juga: BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT Pasca-gempa M 7,7
Sebelumnya, Agustinus menyampaikan ada tujuh desa yang belum tersentuh pelayanan medis karena kurangnya tenaga medis.
"Hari pertama dan kedua kami kesulitan tenaga medis dan obat-obatan tapi hari ketiga sudah kembali normal karena banyak bantuan datang ke posko kecamatan," ucapnya.
Bahkan, menurut dia, ada beberapa petugas medis yang juga menjadi korban gempa namun tetap memberikan pelayanan kesehatan di posko.
"Ada petugas yang juga korban. Ada yang karena rumahnya runtuh, dan ada yang anaknya terkena reruntuhan," pungkasnya.
Baca juga: Cerita Pengungsi Gempa Flores di Manggarai Timur, 4 Hari Tanpa Bantuan Makanan dan Obat
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Sikap Prabowo soal Gempa NTT: Utus Tiga Menteri Turun Gunung, Langsung Bangun Posko