Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Kasus Kesehatan Pendidikan Pendidikan Tinggi Polikarbonat Unair

    Peneliti Unair Ungkap Keamanan BPA pada Air Galon Polikarbonat - Kompas

    6 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com – Penggunaan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) masih menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait potensi paparan Bisphenol A (BPA) yang dapat berpindah dari kemasan ke air minum.

    Ketua Peneliti Universitas Airlangga (Unair), Dr. Sudarmaji, mengatakan kadar BPA yang ditemukan dalam air minum dari galon guna ulang polikarbonat masih berada di bawah batas aman.

    "Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Sudarmaji, dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

    Baca juga: SNI dan Izin BPOM Jadi Pertimbangan Konsumen Pilih AMDK Galon Bermerek

    Ia menjelaskan, berdasarkan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL), risiko non-karsinogenik maupun karsinogenik dari paparan BPA pada sampel yang diteliti masih berada dalam kategori aman.

    BRIN Bikin Air Banjir dan Limbah Jadi Siap Minum, Dicicipi Langsung Prabowo

    Menurut Sudarmaji, penelitian tersebut dilakukan terhadap sampel air minum yang menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat.

    BPA dalam tubuh

    Sudarmaji mengatakan, BPA yang masuk ke dalam tubuh tidak cenderung menetap secara permanen.

    Menurut dia, zat tersebut akan diproses oleh hati menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dalam waktu relatif singkat. Selanjutnya, zat tersebut dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat.

    "Jadi BPA tidak cenderung menumpuk secara permanen di dalam tubuh," katanya.

    Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan proses penyimpanan dan distribusi galon guna ulang sesuai dengan standar keamanan pangan.

    Baca juga: Jangan Sembarangan, BPOM Bagikan Cara Minum Obat Cacing yang Benar

    Sudarmaji mengatakan paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi dapat meningkatkan peluang migrasi BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air.

    "Secara ilmiah, pajanan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi dapat mempercepat degradasi polikarbonat sehingga migrasi BPA ke dalam air menjadi lebih besar," katanya.

    Ia menjelaskan, galon yang disimpan terlalu lama di gudang bersuhu tinggi atau berada di dalam kendaraan pengangkut tanpa perlindungan dari panas matahari, secara teoritis berpotensi mengalami peningkatan migrasi BPA dibandingkan dengan galon yang disimpan pada suhu ruang.

    Karena itu, pengendalian suhu selama proses penyimpanan dan distribusi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga mutu air minum.

    Sudarmaji menegaskan, kondisi tersebut tidak mengubah hasil utama penelitian yang menunjukkan kadar BPA pada sampel yang diteliti masih berada di bawah batas aman dan hasil analisis risiko kesehatan masih dalam kategori aman.

    "Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BPA masih berada di bawah batas aman dan analisis risiko kesehatan juga masih dalam kategori aman. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu menerapkan prinsip kehati-hatian," katanya.

    Baca juga: BPOM: Semua Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Aman Dipakai

    Pakar ITB jelaskan karakteristik polikarbonat

    Sementara itu, Pakar Polimer Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Hafis Pratama Rendra Graha, menjelaskan bahwa polikarbonat merupakan material yang memiliki durabilitas baik.

    Menurut dia, plastik polikarbonat tidak mudah berubah warna ketika digunakan dan memiliki kekuatan yang mendukung penggunaannya sebagai material kemasan guna ulang.

    "Produk atau material yang memiliki durabilitas yang baik akan dapat digunakan dalam waktu yang lama tanpa memerlukan perbaikan atau penggantian yang sering," ujarnya.

    Selain digunakan sebagai bahan kemasan galon guna ulang, polikarbonat juga digunakan untuk berbagai produk lain, termasuk lensa kacamata.

    "Sekarang sudah sangat jarang orang yang menggunakan lensa kacamata dari kaca karena berat dan mudah pecah. Hampir semuanya plastik," katanya.

    Hafis menjelaskan, salah satu karakteristik polikarbonat yang digunakan untuk galon guna ulang adalah sifatnya yang relatif inert. Artinya, material tersebut tidak mudah bereaksi dengan senyawa lain.

    Baca juga: Pakar Ungkap Faktor yang Menentukan Keamanan Galon Guna Ulang

    Ia mengatakan karakteristik material polikarbonat perlu dipahami dalam melihat penggunaan bahan tersebut sebagai kemasan.

    "Phosgene yang berupa gas beracun dan BPA, senyawa yang punya toksisitas yang tinggi, setelah bergabung menjadi resin polimer, sifatnya menjadi tidak berbahaya lagi," katanya.

    BPOM pastikan galon berizin aman digunakan

    Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) maupun Polyethylene Terephthalate (PET) yang telah memiliki izin edar dan memenuhi standar keamanan pangan aman digunakan.

    Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, keamanan kemasan tidak hanya didasarkan pada pemenuhan standar nasional Indonesia (SNI), tetapi juga melalui pengawasan terhadap proses produksi, produk, pabrik, dan kemasan.

    "Ya tentu aman, yang sudah (berizin) Badan POM-nya sudah pasti aman," kata Taruna seusai rapat kerja dengan Komisi VII DPR.

    Baca juga: Pakar Sebut BPA Tak Hanya Ada di Galon, tetapi di Berbagai Produk

    Meski demikian, Taruna mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan kondisi kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Galon juga perlu disimpan dan dibersihkan dengan baik sebelum digunakan kembali untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

    Menurut dia, edukasi kepada konsumen penting untuk menjaga keamanan pangan tidak hanya dari sisi produsen, tetapi juga hingga tahap penggunaan oleh masyarakat.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS