Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Ratusan Prasarana Air dan Sanitasi di Palue Rusak Berat, Kementerian PU Percepat Pemulihan - Kompas

    4 min read

     


    KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa menyebabkan ratusan prasarana pelayanan dasar mengalami kerusakan.

    Berdasarkan data Kementerian PU dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, sebanyak 481 dari 495 prasarana air bersih yang terdampak gempa mengalami kerusakan berat.

    Selain itu, 302 dari 371 prasarana sanitasi juga mengalami kerusakan berat, terutama fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) milik warga di Kecamatan Palue.

    Sementara itu, infrastruktur air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di wilayah daratan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah diperbaiki.

    Baca juga: Pengungsi di Manggarai Timur Kesulitan Air Bersih, Sempat Minum Air Kali

    Kondisi tersebut mendorong Kementerian PU menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk menjajaki pemanfaatan teknologi untuk mengonversi air laut menjadi air tawar.

    Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjajaki teknologi yang dapat mengonversi air laut menjadi air tawar.

    Langkah tersebut dipertimbangkan karena kondisi geografis Pulau Palue yang relatif kecil serta keberadaan gunung berapi aktif membuat pencarian sumber air bersih di wilayah tersebut tidak mudah.

    Hal itu disampaikan Dody dalam rapat koordinasi bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, jajaran Pemkab Sikka, serta seluruh balai Kementerian PU di NTT, Minggu (23/8/2026).

    “Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tahu mereka punya teknologi apa pun untuk mengonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (24/8/2026).

    Baca juga: Dampak Gempa Nagekeo: Akses Air Bersih Terputus, Warga Desa Ululoga Beli Air Rp 100.000 per Tangki

    Ia mengatakan, penyediaan air bersih di Palue membutuhkan penanganan khusus. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mencari alternatif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.

    “Tapi, kami akan terus upayakan. Nanti, kami yang jungkir balik mencari apapun supaya teman-teman di Palue itu tetap merasa bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Dody.

    Selain menjajaki solusi untuk penyediaan air bersih, Kementerian PU terus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar yang terdampak gempa.

    Dody mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara normal.

    “Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami hanya membantu mewujudkan apa yang beliau inginkan, sehingga warga terdampak bencana itu bisa secepatnya tersenyum,” tuturnya.

    Baca juga: Pemerintah Tanggung Perbaikan Sawah yang Rusak Terdampak Gempa di NTT

    Percepatan perbaikan infrastruktur sumber daya air dan sanitasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Palue sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa.

    Upaya tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan penanganan darurat, tetapi juga memiliki akses terhadap infrastruktur dasar yang lebih memadai setelah bencana.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS