Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Kesehatan Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Asma Berat di Tenda Pengungsian, Penyintas Gempa di Nagekeo Meninggal - Kompas

    2 min read

     

    NAGEKO, KOMPAS.com - Seorang pengungsi bernama Petrus Liwa (45) dilaporkan meninggal dunia di Puskesmas Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8/2026).

    Warga Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo ini sebelumnya terpaksa harus mengungsi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, pada Sabtu (15/8/2026).

    Kepala Desa Kotagana, Siprianus Peu, mengatakan Petrus memiliki riwayat penyakit asma. Namun kondisinya terus memburuk selama berada di pengungsian.

    Baca juga: Pengungsi Gempa NTT di Nagekeo Banyak Terserang ISPA, Mayoritas Anak-anak

    Ia kemudian dirujuk ke Puskesmas Mauponggo, Minggu (23/8/2026). Sayangnya, kondisi Petrus tak kunjung membaik dan ia menghembuskan napas terakhirnya di puskesmas tersebut.

    Kisah Pilu Korban Gempa NTT, Ayah Tewas Lindungi Putrinya dari Reruntuhan Rumah

    "Petrus mengalami serangan asma berat, dan diperparah oleh cuaca dingin selama berada di lokasi pengungsian," ujar Siprianus saat dihubungi, Senin pagi.

    Siprianus menambahkan, jenazah Petrus telah dijemput oleh pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Kampung Lina, Dusun Kotagana 3.

    Baca juga: 12 Truk Bantuan dari Surabaya Melaju ke Nagekeo, Bawa Logistik hingga Dukungan untuk Anak Korban Gempa

    Diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT, Sabtu pagi.

    Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman 15 km.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Komentar
    Additional JS