Soal 6 Mahasiswa Psikologi UI Ikut Gibran Kunjungi Korban Gempa NTT, Ini Kata Kampus - Kompas
KOMPAS.com - Pada Kamis (20/8/2026) lalu enam mahasiswa Fakultas Psikolgi Universitas Indonesia (UI) ikut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi warga yang terdampak gempa bumi di Pula Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Beredar kabar di media sosial X bahwa para mahasiswa tak mengetahui bahwa mereka akan berangkat bersama Gibran.
Gibran sendiri menyatakan keenam mahasiswa akan berada di sana selama satu minggu untuk membantu memulihkan trauma (trauma healing) dan dukungan psikososial bagi anak-anak serta warga korban gempa di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Pihak UI menyatakan mereka sudah terlebih dahulu menurunkan tim UI Peduli ke NTT sebagai bagian dari respons kemanusiaan atas bencana gempa, dan program tersebut masih berjalan hingga saat ini.
Tinjau Lokasi Gempa, Gibran Janji Bantu Kuliah Anak Korban Gempa yang Kuliah di Luar Pulau
"Dalam kerangka yang sama, Universitas Indonesia menerima permohonan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia untuk keikutsertaan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi UI dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi warga terdampak di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur," ungkap Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro via pesan singkat, Senin (24/8/2026).
Baca juga: UI Buka Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap Tenaga Kependidikan 2026, Lulusan D4/S1 Bisa Daftar
Bentuk pengabdian kepada masyarakat
Menurut Erwin, keikutsertaan enam mahasiswa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
"Seluruh mahasiswa bertugas di bawah pendampingan dosen dan psikolog Fakultas Psikologi UI, dengan ruang lingkup dukungan psikologis awal atau psychological first aid, sesuai kaidah keilmuan dan kode etik yang berlaku," tutur Erwin.
Ia memastikan penugasan ini bersifat resmi dan institusional. Serta, tidak ada keikutsertaan yang bersifat perseorangan di luar dari penugasan tersebut.
Baca juga: LPSK Beri Perlindungan dalam Kasus Penyerangan di Deli Serdang
"Mahasiswa yang bertugas ditetapkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia melalui mekanisme penugasan akademik, bekerja dalam satu kerangka operasional dengan tim UI Peduli yang telah lebih dahulu berada di lokasi, dan berada dalam koordinasi serta pelaporan resmi Universitas Indonesia," jelasnya.

Lihat Foto

Lihat Foto
Mahasiswa tidak terima honor
Selain itu, Erwin menyatakan enam mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini tidak mendapatkan bayaran selain biaya akomodasi dan keperluan selama kegiatan.
"Mahasiswa tidak menerima honorarium, upah, atau imbalan dalam bentuk apa pun atas keikutsertaannya. Dukungan yang tersedia terbatas pada pemenuhan biaya operasional penugasan berupa transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama berada di lokasi, sebagaimana lazim berlaku pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat," ujar Erwin.
Kompetensi keilmuan dan panggilan pengabdian menjadi dasar terkait keikutsertaan mahasiswa. Bukan karena hubungan kerja.
Baca juga: Sosok Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra, Calon Dokter yang Vokal Suarakan Keadilan
UI juga memastikan aspek keselamatan, pendampingan akademik, dan kesinambungan studi mahasiswa tetap terjaga selama penugasan berlangsung.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Bawa Mahasiswa UI ke Maumere