Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Kasus Keracunan Kesehatan Spesial SPPG Tulungagung

    BGN Setop Sementara SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung Usai Kasus Keracunan - Times Indonesia

    3 min read

     

    A-AA+

    TULUNGAGUNG – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Tulungagung, Jawa Timur, selama 20 hari. Langkah ini dilakukan setelah 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami gangguan pencernaan usai menerima makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan, penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan pembinaan untuk memastikan seluruh prosedur operasional layanan MBG berjalan sesuai standar. Selama masa penghentian, SPPG Tanjungsari 1 tidak melakukan produksi maupun distribusi makanan.

    "Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan," kata Habibi di Tulungagung, Sabtu (26/9/2026).

    Menurut dia, keputusan tersebut diambil segera setelah muncul laporan gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat MBG di SMKN 1 Boyolangu.

    Selama masa penghentian operasional, BGN akan melakukan pembinaan dan perbaikan standar operasional prosedur (SOP), termasuk evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi, pengolahan, hingga distribusi makanan.

    "Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan," ujarnya.

    BGN juga telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dapur SPPG Tanjungsari 1 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan makanan.

    Salah satu aspek yang dievaluasi adalah komposisi menu yang disajikan kepada siswa pada saat kejadian.

    Saat itu, menu MBG yang didistribusikan terdiri atas ayam bakar, sambal, dan buah anggur.

    Menurut Habibi, kombinasi menu tersebut dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian penerima manfaat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.

    "Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi," katanya.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan Tulungagung sebelumnya mencatat jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan gangguan pencernaan mencapai 198 orang berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.

    Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan pengujian laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

    Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.

    BGN menegaskan penghentian sementara operasional SPPG merupakan langkah pencegahan sekaligus upaya menjaga mutu program MBG agar tetap aman dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS