Kabut Asap Ganggu Sekolah di Sumbar, Gubernur Perintahkan BPBD Evaluasi Ketebalan Asap - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KABUT-ASAP-SUMBAR.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat Sumbar, bahkan sekolah di Dharmasraya dan Sijunjung mulai diliburkan.
- Gubernur Mahyeldi memerintahkan BPBD mengevaluasi ketebalan asap dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat setiap daerah.
- Mahyeldi juga meminta pengendalian karhutla diperkuat karena asap berasal dari kebakaran provinsi tetangga yang terdampak.
TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah daerah mengambil langkah dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, dua daerah yang telah mengambil kebijakan tersebut yakni Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung.
Menanggapi kondisi itu, Mahyeldi memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi kabut asap di wilayahnya.
"Saya tadi sudah menugaskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukan evaluasi dan kemudian juga melihat bagaimana tingkat kabut asap ini, ketebalan asapnya di Sumatera Barat," kata Mahyeldi saat diwawancarai TribunPadang.com, Rabu (2/9/2026).
Menurut Mahyeldi, evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kabut asap telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Salah satunya kegiatan belajar mengajar yang mulai terganggu di sejumlah wilayah.
Ia mengatakan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, sekaligus melihat kondisi kabut asap di masing-masing daerah.
Baca juga: Kabut Asap di Sarawak Makin Parah, Dekati Status Darurat, Warga Diminta Pakai Masker
Mahyeldi juga meminta para bupati dan wali kota ikut melakukan evaluasi terhadap kondisi di wilayah masing-masing.
"Karena itu kepada bupati wali kota akan nanti mengkaji lalu mengevaluasi masing-masing daerahnya. Namun saya sudah tugaskan Kepala BPBD untuk mengkaji secara keseluruhan dan per daerah," ujarnya.
Minta Penanganan Karhutla Diperkuat
Di tengah kondisi kabut asap tersebut, Mahyeldi meminta seluruh pihak meningkatkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemprov Sumbar, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api melalui Dinas Kehutanan.
Pemantauan dilakukan agar setiap titik api yang ditemukan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Kita di Sumatera Barat melalui Dinas Kehutanan yaitu yang kita pantau terus ketika ada titik-titik api maka itu segera untuk disikapi," katanya.
Baca juga: Terdampak Kabut Asap, Jam Masuk Sekolah di OKI Sumsel Diundur, Durasi Pelajaran Ikut Dikurangi
Mahyeldi menyebut kabut asap yang dirasakan masyarakat Sumbar juga berkaitan dengan karhutla yang terjadi di provinsi tetangga.
Karena itu, menurutnya, penanganan karhutla perlu dilakukan secara maksimal agar dampaknya tidak meluas ke wilayah lain.
"Sementara karhutla ini terjadi di provinsi tetangga kita. Karena itu tentu perlu ada ketegasan, perlu ada upaya-upaya yang lebih maksimal sehingga tidak berdampak kepada daerah yang lain dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat tempat lain," ujarnya.
Mahyeldi berharap evaluasi yang dilakukan BPBD bersama pemerintah kabupaten dan kota dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kabut asap di Sumbar.
Dengan demikian, langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah dan dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Kabut Asap Makin Meluas, Gubernur Mahyeldi Perintahkan BPBD Sumbar Evaluasi Kondisi Tiap Daerah