Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hutan Konservasi Kasus Kebakaran Nasi Spesial

    Masak Nasi Berujung Kebakaran, Dua Lansia Diamankan di Hutan Konservasi Tanjabbar Jambi - Tribunnews

    8 min read

     

    HO/IST/Tribunjambi.com/Rifani Halim A-A+ MENANAK NASI - Dua kakek, T dan AK, diamankan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) konservasi di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Tanjung Jabung Barat, Jambi pada Rabu (2/9/2026) siang. Pengakuan T, api merembet sesaat setelah mereka menanak nasi. 
    Ringkasan Berita:
    • Dua warga lanjut usia ditangkap di sekitar lokasi kebakaran hutan konservasi Tanjabbar, Jambi, bersama cucunya.
    • Mereka mengaku menumpang bercocok tanam dan membantah sengaja membakar, sementara petugas menemukan lahan terbabat serta korek.
    • Kebakaran diperkirakan mencapai dua hektare, sementara keduanya diserahkan kepada Gakkum Kehutanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -  T (63) dan AK (65), diamankan saat berada di sekitar lokasi kebakaran hutan konservasi di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi Rabu (2/9/2026).

    Kawasan konservasi yang ada di Desa Lubuk Bernai meliputi kawasan perlindungan ekosistem seperti Rimba Hutan Limas dan area konservasi perairan darat Lubuk Larangan di aliran Sungai Asam

    Rimba Hutan Limas merupakan kawasan hutan konservasi lokal di Desa Lubuk Bernai yang juga menjadi perhatian dalam pengamanan dan penjagaan lingkungan, termasuk pencegahan karhutla. Lokasi ini berjarak sekitar 147 Km dari kantor gubernur Jambi.

    Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Jambi mengamankan keduanya bersama seorang anak kecil.

    Pantauan di Korem Gapu Jambi, tiga orang tersebut dibawa menggunakan mobil pikap kabin.

    T diborgol, sedangkan AK bersama cucunya tidak.

    Selain anggota TNI, terpantau pula pihak sekuriti perusahaan yang belum diketahui ikut mengiring dua kakek ini.

    Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI Nyamin mengatakan, lokasi kebakaran merupakan kawasan hutan konservasi yang telah dipasangi papan larangan masuk.

    “Ini hutannya hutan konservasi, tapi terbakar. Kebetulan pada saat memadamkan menemukan masyarakat yang di situ.

    "Rupanya itu adalah lahan mereka, menurut mereka. Padahal ini hutan konservasi,” kata Nyamin, Rabu (2/9/2026) malam.

    Menurut Nyamin, kedua warga tersebut mengaku menumpang bercocok tanam di kawasan tersebut.

    Baca juga: Gubernur Jambi Ultimatum Bupati/Wali Kota: Lamban Tangani Karhutla, Siap-Siap SP1

    Dari pemeriksaan awal di lapangan, petugas menemukan adanya lahan yang telah dibabat dan kemudian terbakar.

    “Mereka membantah bahwa dia sengaja membakar. Tapi kan itu yang membabat lahan itu mereka dan kondisi terbakar dan orangnya juga masih ada di situ,” ujarnya.

    Sedang Memasak

    Nyamin menegaskan, kedua warga tersebut tidak ditemukan sedang membakar ketika petugas datang. 

    Mereka berada di sekitar lokasi kejadian dan mengaku sedang memasak.

    “Mereka bukan sedang membakar, tapi berada di dekat TKP. Terus begitu ditanya, itu yang membabat itu mereka. Dan mereka memasak,” katanya.

    Dalam penanganan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi.

    Di antaranya satu unit sepeda motor, perkakas yang digunakan di kebun, serta korek api.

    Baca juga: Satu Bulan Terakhir Karhutla Marak, Tiga Anak Usaha TAP Berjibaku Padamkan Api di Lahan Warga

    “Lahannya terbakar. Yang dibabat oleh mereka ini sudah jelas. Kemudian di sana ada sepeda motornya, kemudian ada perkakas mereka yang di kebun itu, terus kemudian ada korek api juga yang dibawa oleh mereka,” ujar Nyamin.

    Nyamin menyebut luas lahan yang terbakar berdasarkan kondisi siang hari diperkirakan sekitar dua hektare.

    Upaya pemadaman juga dilakukan melalui water bombing untuk mencegah api meluas.

    “Untuk luasan kurang lebih siang tadi 2 hektare. Ini bisa meluas, tapi tadi sore juga sudah dilakukan water bombing. Harapannya sore tadi juga bisa padam,” katanya.

    Selain T dan AK, terdapat seorang anak kecil yang turut dibawa ke Korem Gapu.

    Nyamin menjelaskan, anak tersebut merupakan cucu AK yang ikut ke kebun.

    “AK, ini cucunya, bukan anak sebetulnya. Cucu mereka yang ikut ke kebun,” ujarnya.

    Nyamin memastikan anak tersebut akan dikembalikan kepada orangtuanya karena masih di bawah umur.

    “Iya, tentunya kalau masih anak kecil nanti akan dikembalikan ke orang tuanya,” katanya.

    Pengakuan Terduga Pelaku

    T membantah sengaja membakar lahan saat itu, kebakaran bermula dari tungku yang digunakannya untuk menanak nasi.

    “Enggak sengaja. Aku masak nasi, kebakaran,” kata Tauhid saat dikawal Gakkum kehutanan.

    Baca juga: Titik Panas Karhutla Melonjak, Kalbar dan Kalteng Jadi Prioritas Penanganan

    Ia mengaku sempat berusaha memadamkan api setelah mengetahui terjadi kebakaran.

    Walakin, upayanya terkendala tidak adanya sumber air di sekitar lokasi.

    “Sudah berusaha, enggak ada air di situ. Iya, kemarau di situ, sungainya kering,” katanya.

    T juga mengaku tidak mengetahui bahwa lahan yang digunakannya merupakan kawasan konservasi.

    “Kalau aku sih lahannya enggak tahu. Cuma numpang nanam cabai itulah di situ,” ujarnya.

    Ia mengaku mengira lokasi tersebut merupakan lahan kosong.

    T mengatakan lahan itu diperolehnya dengan membeli dari seseorang yang disebut berasal dari kawasan Lubuk Benih dengan harga Rp10 juta per hektare.

    “Lahan kosong. Saya belinya Rp10 juta per hektare,” katanya.

    Tauhid menegaskan dirinya bukan orang yang pertama membuka lahan tersebut.

    Menurutnya, lahan itu sebelumnya telah dibuka oleh orang lain.

    T diminta ganti rugi oleh pembuka lahan Rp 10 juta untuk lahan tersebut. 

    “Kalau dulunya itu sudah dibuka. Orang itu yang buka, jadi suruh ganti (rugi). Orang-orang lama,” ujarnya.

    Tauhid diketahui tinggal di Desa Sri Agung.

    Saat diamankan, T mengaku sedang beristirahat.

    “Lagi istirahat ,” katanya.

    Selanjutnya, T bersama sepeda motor Honda Revo yang turut diamankan diserahkan kepada Gakkum Kehutanan untuk proses pemeriksaan dan pendalaman.

    Kedua warga tersebut selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

    Nyamin mengatakan pihaknya akan menyerahkan hasil penangkapan tersebut kepada petugas berwenang, termasuk kepolisian.

    Kedua warga tersebut diketahui merupakan warga Kecamatan Batang Asam, yang lokasinya tidak jauh dari kawasan kebakaran.

    Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Dua Kakek bersama Cucu Diamankan di Lahan Konservasi Tanjabbar yang Terbakar

    dan

    Kakek Petani Cabai dan Cucu Kecil di Tengah Karhutla Hutan Konservasi Jambi

    Komentar
    Additional JS